banner 728x250

Suka duka Petani Pinang binaan KLHK di Kedurang Ulu Bengkulu Selatan

BENGKULU SELATAN |POROSNUSANTARA.COM .Pinang atau Areca catechu sudah beberapa tahun ini harga nya tak kunjung naik di mana harga pinang kering untuk di Kabupaten Bengkulu selatan berkisar antara Rp 2000 sampai dengan Rp 2500 /kg, tak heran kalau petani pinang di daerah ini banyak yang di tebang tanaman pinang nya dan mengganti nya dengan tanaman lain seperti sawit namun hal ini Berbeda dengan petani pinang yang tergolong dalam kelompok KUPS Cawang Makmur yang berlokasi di Aliran Air Suban Desa Batu Ampar Kecamatan Kedurang Ulu. kelompok ini terdiri dari 12 anggota dan memiliki luasan lahan 18 ha di bawah kepemimpian Rahman sebagai ketua kelompok, Eki Sekretaris serta Egianto sebagai Bendahara.

 

Sudah lebih kurang 2 tahun 7 bulan kelompok ini berdiri di bawa naungan Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan ( KLHK ) mereka tidak surut dan kendor untuk tetap merawat kebun pinang nya.

 

Kepada porosnusantara.com 10/10/2024, Naslan Jayadi anggota kelompok KUPS  Cawang Makmur , mengaku memilik
i lahan dengan luas lebih kurang 4 ha  tetap bersyukur memiliki lahan yang di tanami Pinang ini , selain memang kesepakatan dengan KLHK soal penanaman pinang ini pihaknya berkeyakinan suatu saat nanti harta pinang akan baik ” walau saat ini harga pinang sangat murah tapi kami tidak terpengaruh untuk mengganti nya dengan tanaman lain, karna kami yakin harga pinang kedepan nya akan naik seperti hal nya dengan harga kopi yang dulu sangat murah dan kini melejit bak pesawat tempur” ucapnya dengan semangat.

 

Dan Naslan menaruh harapan terutama kepada pemerintah kedepan nya bisa memfasilitasi serta membantu petani pinang dalam segi pemasaran, kami juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan bantuan permodalan untuk pengelolaan hasil pinang ini yang lebih baik,serta pengembangan pasar yang lebih luas, selain itu kami berharap kepada pemerintah terutama  pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan dapat berkordinasi dengan berbagai pihak terkait ,termasuk pelaku industri,ahli pertanian,serta lembaga lembaga swadaya masyarakat ,guna menciptakan program program yang mampu mendorong peningkatan harga dan permintaan terhadap prodok pinang,juga kami berharap pemerintah bisa membantu kami untuk memberikan
alat/mesin pengupas buah pinang.

 

Dari pantauan media ini  tanaman pinang yang di taman tersebut bukanlah jenis pinang lokal tapi jenis pinang Batara yang lebih cepat berbuah di banding dengan pinang lokal, Selain dari itu kelompok KUPS ini juga menanam jenis tanaman buah lain seperti Durian jenis musang king dan Bower

 

Di tempat terpisah aktifis  pemerhati lingkungan  Atuk Latun mengapresiai kegigihan petani di bawah binaan KLHK ini, bukan tidak mungkin jika tanaman yang mereka tanam dan berbuah kedepannya berpotensi sebagai destinasi wisata buah  yang ada di Desa Batu Ampar kecamatan Kedurang Ulu Kabupaten Bengkulu Selatan jelas Atuk Latun.

Penulis: SulaimanEditor: Darman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *