JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM – Pemilihan Ketua Keluarga Besar Wartawan Jakarta Utara (KBWJU) kali ini menjadi ajang yang dinanti dengan antusiasme tinggi, berbeda dari pemilihan sebelumnya yang terkesan lebih sederhana. Suasana hangat dan penuh semangat terasa sejak wafatnya almarhum Deden, sosok pemimpin yang dihormati dan menjadi panutan di KBWJU.
Kekosongan posisi ketua setelah kepergian almarhum Deden memicu berbagai spekulasi di kalangan wartawan Jakarta Utara. Siapa yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan? Siapa yang mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pemimpin berpengaruh ini? Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bahan diskusi hangat di berbagai pertemuan dan forum wartawan.
Tahun ini, beberapa kandida
t kuat dengan latar belakang yang beragam dan visi menarik mencalonkan diri. Pendukung masing-masing kandidat semakin menghidupkan suasana pemilihan. Antusiasme ini mencerminkan betapa pentingnya peran KBWJU dalam menjaga solidaritas dan profesionalisme di kalangan insan pers Jakarta Utara.
Wulan, salah satu wartawan aktif di Jakarta Utara, mengungkapkan bahwa pemilihan kali ini sangat berbeda dari sebelumnya.
“Pemilihan ketua KBWJU tahun ini benar-benar menarik perhatian kita semua. Suasana lebih hidup,
dan banyak dari kita yang ingin berkontribusi dalam proses ini. Wafatnya almarhum Deden tentu menjadi kehilangan besar bagi kita, tapi ini juga menjadi momen penting untuk memastikan organisasi tetap solid dan berkembang di bawah kepemimpinan baru,” ujar Wulan.
Ia menekankan pentingnya memilih pemimpin yang mampu mengakomodasi kebutuhan para wartawan.
“Kita b
utuh sosok yang tidak hanya punya visi, tapi juga mampu merangkul semua anggota dan menjaga persatuan di KBWJU. Pemimpin yang terpilih harus melanjutkan apa yang sudah almarhum Deden bangun dan membawa organisasi ini lebih maju,” tambahnya.
Pemilihan Ketua KBWJU diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat persatuan dan semangat kerja sama di antara para wartawan. Siapa pun yang terpilih, diharapkan mampu membawa KBWJU ke arah yang lebih baik, melanjutkan warisan almarhum Deden, dan menjadi penggerak perubahan positif bagi komunitas wartawan Jakarta Utara.
(Sri wulandari)












