JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan 2025, Polsek Pademangan menggelar Apel Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYD) pada Senin (17/3/2025) di Pos Ramadhan Terpadu, Ex-SPBU Pad Barat, Jl. Budi Mulia, Kelurahan Pademangan Barat, Jakarta Utara.
Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pademangan, KOMPOL Immanuel Sinaga, S.H, S.I.K, M.H, dihadiri oleh sejumlah pejabat kepolisian serta personel gabungan dari TNI, Satpol PP, FKDM, dan Pokdar Kamtibmas dengan total kekuatan 34 personel.
Dalam arahannya, Kapolsek Pademangan, KOMPOL Immanuel Sinaga, S.H, S.I.K, M.H, menekankan pentingnya pengamanan terhadap fenomena konvoi pembagian takjil yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban, seperti tawuran atau tindakan kriminal lainnya.
“Kami mengantisipasi adanya konvoi dengan modus pembagian takjil yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, termasuk tawuran antar kelompok. Oleh karena itu, kami menginstruksikan seluruh personel untuk menghentikan dan memeriksa konvoi yang mencurigakan serta mengamankan mereka yang membawa barang berbahaya,” ujar Kapolsek.
Selain itu, Kapolsek juga meminta unit Reskrim untuk melakukan pemantauan di sekitar wilayah rawan, sementara personel lainnya menempati pos-pos yang telah ditentukan, seperti Posko Terpadu Ramadhan Ex-SPBU Pad Barat, Pospol Lodan, dan Pos Taktis Benyamin Sueb.
“Kami juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas agar tetap menjaga keselamatan dan kesehatan selama menjalankan tugas, serta menjadikan pengamanan ini sebagai bentuk ibadah di bulan suci Ramadhan,” tambahnya.
Usai apel, personel gabungan melaksanakan patroli bersama guna memastikan situasi tetap kondusif dan mencegah aksi konvoi yang dapat berujung pada tawuran atau tindak pidana lainnya. Hingga pukul 16.15 WIB, situasi terpantau aman dan terkendali.
Polsek Pademangan terus berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat selama bulan Ramadhan, serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan jika menemukan aktivitas yang mencurigakan.
(Sri wulandari)



















