banner 728x250

1.300 Ton Sampah Terangkut, Pemkot Jaktim Genjot Pembersihan Pasar Induk Kramat Jati

Foto: Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengintensifkan penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Memasuki hari keempat penanganan, pada Minggu (11/1/2026). (Dok-MetroTVNews.com/Cony Brilliana)

JAKARTA – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengintensifkan penanganan tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati. Memasuki hari keempat penanganan dikutip MetroTVNews.com, pada Minggu (11/1/2026), puluhan armada pengangkut dikerahkan untuk mempercepat pembersihan sampah lama yang selama ini dikeluhkan pedagang dan warga sekitar karena menimbulkan bau menyengat.

Upaya pengangkutan dilakukan secara terpadu oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur bersama Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Unit Pengelola Sampah Badan Air, serta dukungan tambahan armada dari Sudin LH Kepulauan Seribu. Secara keseluruhan, sebanyak 48 unit kendaraan operasional diturunkan untuk memaksimalkan pengurangan timbunan sampah di area pasar induk terbesar di Jakarta tersebut.

Kepala Satuan Pelaksana Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, menyebutkan bahwa tinggi tumpukan sampah yang sebelumnya mencapai sekitar dua meter kini sudah berangsur menurun signifikan. Menurutnya, pengangkutan sampah lama menjadi prioritas utama karena menjadi sumber utama bau tidak sedap.

“Untuk ketinggian sudah jauh berkurang, sebelumnya sekitar dua meter. Sampah-sampah lama sudah mulai tereduksi, sehingga ke depan diharapkan bau menyengat bisa diminimalisasi,” ujar Dwi saat ditemui di lokasi, Minggu (11/1/2026).

Dwi menjelaskan, sejak dimulainya penanganan pada Kamis lalu, pihaknya telah mengangkut sekitar 1.300 ton sampah dengan total 78 ritasi menggunakan berbagai jenis kendaraan. Proses pengangkutan masih terus digenjot dengan mendorong setiap armada melakukan lebih dari satu ritasi per hari agar target pembersihan dapat tercapai lebih cepat.

“Kami masuk hari keempat, dari Kamis sampai Minggu. Alhamdulillah sudah terangkut kurang lebih 1.300 ton dengan sekitar 78 ritasi. Ke depan, kami targetkan setiap armada bisa dua kali ritasi dalam sehari,” katanya.

Dengan pola tersebut, Pemkot Jakarta Timur menargetkan volume pengangkutan dapat mencapai 1.800 hingga 2.000 ton dalam waktu relatif singkat. Selain mengurangi volume timbunan, langkah ini dinilai krusial untuk memulihkan kenyamanan lingkungan pasar dan aktivitas ekonomi para pedagang.

Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sebelumnya menjadi sorotan setelah adanya laporan masyarakat mengenai bau menyengat yang mengganggu aktivitas dan kesehatan lingkungan. Penumpukan dipicu oleh meningkatnya volume sampah, terutama saat musim panen buah dan sayuran yang membuat produksi limbah organik melonjak tajam.

Selain faktor musiman, gangguan operasional berupa keterlambatan armada akibat perbaikan kendaraan juga sempat memperlambat proses pengangkutan. Pemerintah daerah memastikan kendala tersebut kini telah diantisipasi dengan penambahan armada dan pengaturan ritasi yang lebih intensif.

Pemkot Jakarta Timur menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan sampah di Pasar Induk Kramat Jati secara bertahap dan berkelanjutan, sembari menyiapkan langkah pencegahan agar penumpukan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

(Ayu Andriani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *