banner 728x250
BERITA  

Bidik Emas PON 2028, Epriyanto Resmi Daftar Calon Ketua Perbasi Jawa Barat

Foto: Epriyanto Kasmuri (kanan) resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2026–2030 pada Selasa (10/2/2026). (Dok-Istimewa)

BANDUNG, POROSNUSANTARA.COM – Kontestasi kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Barat periode 2026–2030 mulai menghangat. Epriyanto Kasmuri secara resmi mendaftarkan diri sebagai calon ketua pada Selasa (10/2/2026) di Sekretariat DPD Perbasi Jabar, Bandung. Berkas pendaftarannya diterima langsung oleh panitia penjaringan dan dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administratif.

Ketua panitia penjaringan memastikan proses pendaftaran berjalan sesuai mekanisme organisasi. Seluruh dokumen yang diserahkan telah diverifikasi, mulai dari formulir pencalonan, surat dukungan sejumlah Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota, hingga bukti pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp150 juta sebagaimana diatur dalam ketentuan penjaringan.

“Proses kami laksanakan secara transparan, tertib, dan akuntabel. Setelah diverifikasi, berkas yang bersangkutan dinyatakan lengkap dan sah secara administratif,” ujar perwakilan panitia.

Kehadiran Epriyanto saat mendaftar menjadi perhatian tersendiri. Ia datang tanpa didampingi perwakilan Pengcab pendukung. Menurutnya, langkah tersebut bukan tanpa makna. Ia ingin menunjukkan semangat kemandirian serta pesan simbolik bahwa organisasi olahraga harus bertransformasi menuju tata kelola yang lebih profesional.

“Cabang olahraga tidak bisa terus bergantung pada dana hibah pemerintah. Basket harus masuk ke ekosistem industri olahraga yang sehat, profesional, dan berkelanjutan,” kata Epriyanto kepada wartawan usai proses pendaftaran.

Agenda Reformasi Tata Kelola

Dalam pemaparannya, Epriyanto menilai tantangan olahraga modern bukan semata-mata persoalan prestasi di lapangan. Ia menekankan pentingnya pembenahan tata kelola organisasi, transparansi pembiayaan, inovasi kompetisi, hingga penguatan pembinaan usia dini.

Menurutnya, Jawa Barat memiliki potensi besar sebagai salah satu barometer bola basket nasional. Namun potensi tersebut, kata dia, harus ditopang sistem pembinaan yang terstruktur dan manajemen yang adaptif terhadap perkembangan industri olahraga.

Apabila terpilih, Epriyanto berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program periode sebelumnya, termasuk sistem kompetisi daerah, pola pembinaan atlet, serta efektivitas koordinasi antara DPD dan Pengcab.

“Kepengurusan harus diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Profesionalisme bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi fondasi kerja,” tegasnya.

Target Emas PON 2028

Di sektor prestasi, Epriyanto mematok target ambisius: meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut target tersebut realistis dengan catatan pembinaan dilakukan secara konsisten dan berjenjang.

“Untuk mencapai emas PON, kita harus menyiapkan atlet sejak sekarang dengan program jangka panjang, bukan pendekatan instan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kompetisi internal yang kompetitif sebagai wadah pembinaan berkelanjutan. Liga-liga kelompok umur dan penguatan kejuaraan antarkabupaten/kota dinilai menjadi kunci menjaga kesinambungan regenerasi atlet.

Pendidikan dan Perlindungan Atlet

Selain prestasi, Epriyanto menekankan keseimbangan antara karier olahraga dan pendidikan atlet. Ia mengungkapkan rencana memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi, termasuk Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB), guna menyediakan akses beasiswa bagi atlet berprestasi.

“Atlet harus memiliki masa depan yang jelas. Pendidikan menjadi bekal penting setelah masa aktif di lapangan berakhir,” katanya.

Dalam aspek kesehatan dan jaminan sosial, ia juga menyampaikan rencana kerja sama dengan fasilitas layanan kesehatan seperti Primaya Hospital serta BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan bagi atlet dan pelaku olahraga. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap kesejahteraan sumber daya manusianya.

Harapan Proses Demokratis

Sejumlah Pengcab yang memberikan dukungan berharap proses penjaringan hingga pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Perbasi Jabar 2026 berjalan demokratis, terbuka, dan kondusif. Mereka menilai dinamika pemilihan ketua harus menjadi momentum konsolidasi organisasi, bukan sekadar persaingan figur.

Pengamat olahraga di Jawa Barat juga menilai kontestasi ini akan menjadi ujian kedewasaan organisasi dalam menerapkan prinsip good governance. Transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi aktif anggota dinilai penting untuk memastikan legitimasi kepemimpinan terpilih.

Dengan resmi mendaftarnya Epriyanto Kasmuri, peta persaingan menuju kursi Ketua Perbasi Jawa Barat periode 2026-2030 semakin jelas. Apakah agenda kemandirian finansial, profesionalisasi manajemen, dan target emas PON 2028 mampu meyakinkan mayoritas pemilik suara di Musda mendatang, akan ditentukan dalam proses demokrasi organisasi.

Yang pasti, publik basket Jawa Barat kini menaruh harapan agar kepemimpinan mendatang mampu menjawab tantangan zaman, menguatkan tata kelola, memperluas ekosistem industri, serta mengembalikan kejayaan prestasi di tingkat nasional.

(FN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *