RATOLINDO | POROSNUSANTARA.COM – Polemik dugaan penyajian minuman basi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Sumoli, Tojo Una-una, memasuki babak baru. Meski pihak pengelola mengklaim persoalan tersebut telah selesai secara kekeluargaan, proses penyelidikan kepolisian justru terus bergulir.
Keresahan ini awalnya mencuat setelah Riri Rizal, orang tua siswa di SDN 10 Ratolindo, mengunggah protes di Facebook pada Sabtu (28/03/2026). (https://www.facebook.com/share/v/18YEwPq7fA/) dengan nama akun Riri Rizal.

Unggahan tersebut mengungkap keluhan warga mengenai makanan yang sering tiba terlambat dan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Klaim Damai dan Keberatan Pengelola.
Menanggapi pemberitaan yang meluas, pihak pengelola Dapur MBG Sumoli yang merupakan oknum Ibu Bhayangkari memberikan pernyataan tegas. Ia menilai upaya wartawan yang terus menelusuri kasus ini hingga ke Dinas Kesehatan (Dinkes) sebagai tindakan yang berlebihan.
“Menurut kami masalah tersebut sudah damai. Kenapa wartawan masih datang ke Dinkes untuk cek sampel? Menurut kami, sampel tersebut merupakan privasi, tidak bisa wartawan mau cari tahu tentang sampel itu,” tegasnya.
Kepolisian Tunggu Hasil Laboratorium Dinkes.
Pernyataan pengelola tersebut berbanding terbalik dengan langkah hukum yang diambil pihak berwajib. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tojo Una-una, AKP Syarif AMD S.H M.H, penyelidikan terhadap kualitas pangan di Dapur Sumoli tetap berjalan sesuai prosedur.
Pihak kepolisian mengatakan bahwa sampel minuman yang diduga basi tersebut saat ini sudah berada di Dinas Kesehatan Tojo Una-una untuk menjalani uji laboratorium. Wartawan yang melakukan konfirmasi ke Dinkes bergerak atas dasar penyampaian Kasat Reskrim bahwa hasil uji tersebut merupakan kunci untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran standar keamanan pangan.
Warga dan orang tua siswa kini menanti hasil uji laboratorium tersebut sebagai bukti otentik atas kualitas program MBG yang didanai negara, serta berharap transparansi penuh dalam proses penyelesaian kasus ini. (Ahmad T).














