banner 728x250

Polda Metro Jaya Tekan Risiko Malam Takbiran, Konvoi Dilarang demi Ketertiban dan Keselamatan

Foto: Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Komarudin. (Dok-Istimewa)

JAKARTA, POROSNUSANTARA.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat malam takbiran menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kebijakan ini ditempuh guna menjaga ketertiban umum sekaligus meminimalkan potensi kecelakaan dan kemacetan di sejumlah ruas utama ibu kota.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komarudin, menegaskan bahwa perayaan malam takbiran sebaiknya difokuskan pada kegiatan ibadah yang lebih khusyuk di lingkungan masing-masing, seperti di masjid atau musala.

“Perayaan bisa dilakukan di wilayah masing-masing, memakmurkan tempat ibadah. Kami mengimbau tidak ada konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban,” ujarnya di Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Menurut Komarudin, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa konvoi kendaraan kerap memicu berbagai persoalan, mulai dari kemacetan parah, pelanggaran lalu lintas, hingga risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain. Selain itu, aktivitas tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Sebagai langkah antisipasi, aparat akan mengedepankan pendekatan preventif melalui imbauan langsung kepada masyarakat, disertai penguatan pengamanan di sejumlah titik strategis. Pengamanan malam takbiran akan melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, serta instansi terkait lainnya.

Fokus utama pengawasan berada di kawasan protokol ibu kota, khususnya sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin. Di kawasan tersebut, sebanyak 557 personel disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat.

Selain pengamanan, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional, menyesuaikan kondisi di lapangan. Hal ini dilakukan mengingat adanya kegiatan berskala besar bertajuk Jakarta Bedug Kolosal Malam Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan menarik banyak pengunjung.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai. Di waktu yang sama, akan digelar pula Pawai Obor Malam Takbiran dengan rute dari kawasan Monas menuju Bundaran HI melalui Jalan MH Thamrin.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah bersama kepolisian akan memberlakukan kebijakan Car Free Night di sepanjang koridor Sudirman–Thamrin pada pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memberikan ruang aman bagi masyarakat yang mengikuti kegiatan takbiran terpusat tanpa gangguan kendaraan bermotor.

Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga suasana kondusif dengan mematuhi aturan serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Keselamatan dan kenyamanan bersama diharapkan menjadi prioritas dalam merayakan malam takbiran.

Di sisi lain, respons publik terhadap kebijakan ini beragam. Sebagian masyarakat mendukung langkah pembatasan konvoi karena dinilai mampu mengurangi kemacetan dan potensi insiden di jalan raya. Namun, ada pula yang berharap tradisi takbiran keliling tetap dapat difasilitasi secara tertib, terorganisir, dan aman.

Dengan kombinasi pengamanan intensif, rekayasa lalu lintas, serta pendekatan persuasif, aparat berharap perayaan malam takbiran di Jakarta dapat berlangsung lancar, aman, dan tetap sarat makna spiritual, sejalan dengan semangat Idulfitri sebagai momentum kebersamaan dan refleksi diri.

(Ayu Andriani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *