Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Breaking News

Dampak Ustad Cabul Tiga Anak Mengalami Trauma Berat Hingga Putus Sekolah

50
×

Dampak Ustad Cabul Tiga Anak Mengalami Trauma Berat Hingga Putus Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUKABUMI | POROSNUSANTARA.COM – Tiga santri korban dugaan pencabulan oleh pimpinan pondok pesantren berinisial MSL di Cicantayan Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi mendapat pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Lembaga itu turun langsung meninjau kondisi korban sekaligus memantau perkembangan kasus yang kini masih bergulir.

Example 300x600

Pendamping korban, Lutfi Imanullah, mengatakan kunjungan LPSK dilakukan pada Sabtu  (25/4/2026). Dua orang staf LPSK lebih dulu mendatangi Polres Sukabumi, sebelum akhirnya menemui para korban di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB.

“LPSK langsung ke lapangan, memantau korban, menanyakan kronologis dari awal kejadian sampai perkembangan hampir dua bulan setelah pelaporan,” kata Lutfi yang menyebut terduga pelaku dikenal dengan julukan Ustaz Toronton.

Dalam pertemuan itu, LPSK juga menggali kondisi psikologis para korban serta dampak yang mereka alami, termasuk pendidikan yang sempat terganggu. Dari tiga korban, dua di antaranya disebut putus sekolah akibat kasus tersebut.

“Selain memeriksa kondisi korban, LPSK juga menanyakan soal pendidikan. Insyaallah akan ada bantuan, baik untuk pendidikan maupun yang lainnya.

Lutfi menambahkan, pihaknya berharap LPSK dapat lebih aktif mengawal kasus tersebut. Terlebih, perkara ini dinilai krusial karena menyangkut kekerasan seksual terhadap anak.

“Kami mendorong pengawasan lebih serius dan kerja sama dengan Polres Sukabumi agar penanganannya maksimal,” ucapnya.

Terkait proses hukum, Lutfi menyebut kasus masih terus berjalan. Terduga pelaku saat ini telah masuk daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

“Informasi dari penyidik, pelaku sempat terdeteksi di Tangerang, tapi kemudian kabur. Sekarang masih diburu,” katanya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono mengatakan, kasus ini telah memasuki tahap penyidikan, dan penyidik Sat Reskrim Polres Sukabumi telah menetapkan oknum pimpinan pondok pesantren tersebut sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup.

“Perkara dimaksud telah masuk ke tahap penyidikan, dan penyidik telah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Hartono.

Untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut, kepolisian telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor: 11/III/RES.1/2026/SAT RESKRIM. Tim Sat Reskrim Polres Sukabumi saat ini sedang melakukan pencarian terhadap tersangka di beberapa lokasi.

Tantangan Adu Pengacara
Dugaan pencabulan terhadap tiga santri oleh pimpinan pondok pesantren di Sukabumi tak hanya menyisakan trauma bagi korban. Sebelum kasus ini dilaporkan ke polisi, pihak keluarga korban mengaku sempat mendapat intimidasi hingga ajakan “perang” hukum.

SK (39), kakak dari orang tua korban mengungkapkan, tekanan itu terjadi sebelum laporan resmi dibuat. Ia menyebut ada upaya dari pihak terduga pelaku agar kasus tidak mencuat ke publik.

“Ada intimidasi sebelum pelaporan. Seperti ancaman, juga sempat menawarkan sejumlah uang supaya kasus ini tidak dibawa ke media atau ke jalur hukum. Maunya diselesaikan secara musyawarah saja,” kata Sk saat ditemui, Sabtu  (25/4/2026).

Tak hanya itu, Sk menyebut pihak korban juga sempat mendapat tantangan terbuka jika kasus tersebut diungkap. Bahkan, ada ajakan untuk “perang” melalui jalur hukum.

“Pernah ditantang juga, kalau sampai mencuat ke publik, sekalian perang saja. Katanya kita adu pengacara. Walau bagaimana pun pengacara pasti berpihak ke berduit, bukan yang benar,” ucapnya.

Merasa tertekan, keluarga korban akhirnya mendorong pendampingan hukum sekaligus mengajukan perlindungan. Mereka berharap negara hadir untuk menjamin keselamatan korban dan mengawal proses hukum.

“Kami butuh kehadiran negara. Ini juga atas dorongan korban yang ingin pelaku segera tertangkap. Masyarakat di sini juga sudah geram,” kata dia.

Sementara itu, kondisi para korban tersebut masih sangat terpukul., Trauma yang dialami berdampak pada kehidupan sehari-hari, termasuk pendidikan mereka.

(Budi Setiawan).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *