banner 728x250
OPINI  

UKW PWI TANPA “BUMN GATE”

UKW PWI TANPA “BUMN GATE”
Oleh : Nur Terbit

Ini cerita ringan tentang kenangan pernah ikut sebagai peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di gedung Persatuan Wartawan Indonesia Prov DKI Jakarta (PWI Jaya) tahun 2012 era ketuanya Bang Kamsul Hasan.

Pada foto kenangan yang disertakan ini, adalah waktu ikut jadi peserta UKW 2012 level Utama setingkat Pemred. Saya Nur Terbit (berdiri paling kiri) satu-satunya dari Harian Terbit (Pos Kota Grup) ikut peserta UKW sebagai Koordinatoriat PWI Jakarta Timur.

Sa
at mengharukan pada penutupan UKW ini, adalah ketika kami peserta UKW foto bareng bersama para wartawan senior dan pengelola media. Seperti almarhum Pak Sofyan Lubis, mantan Ketua PWI Jaya dan PWI Pusat sekaligus Pemred Harian Pos Kota, didampingi Bang Marah Sakti Siregar

Alhamdulillah, UKW kami waktu itu belum ada “subsidi” dari BUMN dan perintah langsung dari Presiden Jokowi, juga tidak ada dana yang diduga “dikorupsi” seperti sekarang ini hahahaha……

Seperti pengakuan Profesor Rajab R
itonga berikut ini…

Di zaman saya sebagai Direktur UKW, dijamin bersih dari korupsi. Tidak ada penyelewengan dana, semua tertib, efisien dan penguji bertugas dengan mengutamakan penguji tempatan atau penguji tetangga Provinsi. Admin juga diatur tidak harus ikut ke daerah untuk membawakan berkas ujian yang bisa dikirim via paket kilat”.

Menanggapi pernyataan Prof. Rajab Ritonga ini, wartawan senior dan pengelola Tabloid Bola, Kompas Grup, M Nigara M Nigara Channel langsung merespon seperti ini.

“Harus ada tuh pengurus PWI Pusat yang boleh diuji kompetensi….. hehe..”

Saya pun menimpali…

“Minimal diuji bikin EDITORIAL atau Tajuk Rencana. Takut kalau diuji bikin berita malah kopas media lain. Beda kalau kita semua ini yang sudah puluhan tahun jadi perajurit lapangan hahahahaha….”

Wartawan senior M. Nigara langsung merespon seperti ini…

“Naaaah, ini betul…Kalau bikin ini gak bisa, eee kok ngaku jadi wartawan senior…Eeee mau nguji lagi hihihihi….Otokritik nih.
Kalau ada yang marah, itulah orangnya”.

Betul, ini fakta loh. Ada wartawan peserta UKW level utama setingkat Pemred seangkatan saya waktu itu (2012), membingungkan tim penguji.

Ketika diminta bikin jaringan 10 nomor telpon dari narasumber, pejabat, dia hanya punya nomor telepon lurah, camat, dan kepala dinas. Padahal dia Pemred dan calon wartawan level Utama. Ya gak lulus UKW-lah.

Menurut informasi, mata uji UKW sekarang harus punya minimal 20 jaringan narasumber. Ya, akan lebih berat lagi. Juga ada tambahan mata ujian, antara lain tentang prosedur pemberitaan ramah anak, masalah gender dan lainnya.

Salah satu penguji UKW saya yang lagi magang sbg penguji saat itu, adalah Iqbal Irsyad, calon Ketua PWI Jaya 2024-2029 yang juga kompetitor, rival dari calon ketua Bung Kesit Budi Handoyko Kesit B Handoyo-Full hahahaha…

Sekedar diketahui, tentang Prof. Rajab Ritonga⁩ ini selain pernah menjabat Direktur UKW PWI Pusat, beliau juga adalah Ketua Panitia Penerbitan Buku Karya Wartawan PWI di Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2020 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Alhamdulillah buku saya “Lika-Liku Kisah Wartawan” berhasil diterbitkan Pro Rajab dari sekian buku wartawan PWI yang lolos seleksi. Editor buku saya ini sendiri adalah Pak Ismet Rauf wartawan senior LKBN ANTARA — yang saat ini lagi terbaring sakit. Cepat sembuh Pak Ismet #nurterbit

Jimmy Radjah James Tobing Arman Suparman Adhi Wargono Tebe Adhi Kadir Monas Rabiatun RajaPane Berman Nainggolan Andy Ismer.

 

*Nur Terbit (Nur Aliem Halvaima, SH, MH), Editor, Penulis, Lawyer,
Pemegang Kartu PWI Seumur Hidup dan Wartawan Level Utama.

(Fb:Nur Terbit/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *