Malang| POROSNUSANTARA.COM -Dalam rangka mengasah kemampuan fisik dan ketangkasan prajurit, Kodim 0818/Malang-Batu menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pencak Silat Militer (PSM). Kegiatan yang diikuti oleh personel jajaran Kodim ini merupakan peralihan dari sabuk putih ke sabuk kuning, yang dilaksanakan di lapangan apel Makodim 0818, Jalan Panji No. 11, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (07/05).
Pencak Silat Militer (PSM) bukan sekadar olahraga bela diri biasa, melainkan perpaduan antara seni bela diri tradisional Indonesia dengan teknik taktis militer yang dirancang untuk pertempuran jarak dekat. Ujian ini menjadi parameter sejauh mana para prajurit menguasai materi yang telah dilatihkan selama ini.
Kegiatan UKT ini diawali dengan apel pengecekan personel, pemeriksaan Kesehatan, pemanasan dan dilanjutkan dengan serangkaian ujian yang meliputi penguasaan teknik dasar, ketahanan fisik, hingga aplikasi gerakan praktis dalam menghadapi lawan. Suasana di lapangan apel tampak penuh semangat saat para prajurit menunjukkan dedikasi mereka untuk naik ke tingkatan sabuk kuning.
Pasiops Kodim 0818 Kapten Cke Saiful yang memantau jalannya kegiatan, menekankan bahwa kemampuan bela diri adalah kewajiban bagi setiap prajurit TNI AD. Hal ini penting sebagai bekal dalam melaksanakan tugas pengabdian di wilayah yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.
“Ujian kenaikan tingkat ini bukan sekadar seremonial pergantian warna sabuk. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban prajurit atas disiplin latihan mereka. Prajurit yang tangguh adalah mereka yang terus mengasah kemampuan, baik dalam penggunaan senjata maupun bela diri tangan kosong,” ujar Sertu Faruq salah satu peserta yang ikut UKT.
Selain untuk kepentingan taktis militer, pengembangan Pencak Silat Militer di lingkungan Kodim 0818 juga merupakan upaya TNI AD dalam melestarikan warisan budaya asli Indonesia. Dengan mengintegrasikan pencak silat ke dalam kurikulum latihan, TNI ikut menjaga marwah seni bela diri bangsa agar tetap eksis dan relevan.
Peralihan dari sabuk putih ke sabuk kuning menandakan bahwa prajurit telah melewati tahap dasar dan siap untuk menerima materi yang lebih kompleks. Diharapkan dengan kenaikan tingkat ini, kepercayaan diri personel dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat semakin meningkat.



















