Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Breaking News

MAKASSAR GELAP Menggema, ALMADUN Tuding Kota Bertambah Terang Secara Fisik tetapi Kian Gelap bagi Rakyatl

×

MAKASSAR GELAP Menggema, ALMADUN Tuding Kota Bertambah Terang Secara Fisik tetapi Kian Gelap bagi Rakyatl

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

MAKASAR | POROSNUSANTARA.COM, 13 Juni 2026 — Di tengah meningkatnya biaya hidup dan keluhan masyarakat terhadap tekanan ekonomi yang semakin terasa, Aliansi Mahasiswa Alauddin Makassar (ALMADUN) melontarkan kritik keras melalui grand issue bertajuk “Makassar Gelap”. Isu tersebut muncul sebagai simbol protes terhadap kondisi ekonomi yang dinilai semakin membebani warga Kota Makassar.

ALMADUN menilai pembangunan yang terus dipamerkan pemerintah tidak akan memiliki arti apabila masyarakat masih dihantui kenaikan harga kebutuhan pokok, melemahnya daya beli, dan ketidakpastian ekonomi yang terus menghimpit kehidupan sehari-hari.

Example 300x600

“Makassar Gelap adalah simbol keresahan warga atas meningkatnya biaya hidup, melemahnya daya beli, dan semakin beratnya beban ekonomi masyarakat. Kota yang maju tidak hanya terang oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kesejahteraan rakyatnya,” tegas Rahim dalam keterangannya.

Menurut Rahim, tim Almadun,  kemajuan kota tidak boleh diukur semata dari proyek pembangunan, gedung-gedung baru, maupun berbagai pencapaian administratif. Ia menilai ukuran utama keberhasilan pemerintah adalah kemampuan menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah situasi ekonomi yang semakin berat.

ALMADUN juga mendesak Wali Kota Makassar untuk tidak menutup mata terhadap kondisi yang dirasakan warga. Mereka meminta pemerintah kota berdiri di barisan masyarakat dengan menyampaikan aspirasi terkait tingginya biaya hidup kepada pemerintah pusat serta menghadirkan langkah nyata menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Di saat banyak pihak memilih diam, ALMADUN mengklaim telah membuka kembali ruang gerakan mahasiswa yang selama beberapa waktu dinilai kehilangan gaungnya di Kota Daeng. Gerakan yang dimulai pada Sabtu malam disebut telah memantik konsolidasi lintas kampus dan membangkitkan kembali semangat perlawanan mahasiswa terhadap persoalan rakyat.

“ALMADUN Makassar telah memantik bara perlawanan di Kota Daeng. Dari langkah kecil yang digelorakan Aliansi Mahasiswa Alauddin Makassar, poros gerbang perjuangan kini kembali terbuka. Semangat reformasi yang lama redup mulai menyala dan menggugah kesadaran kolektif mahasiswa,” kata Rahim.

Ia menegaskan bahwa yang sedang terjadi bukan sekadar mobilisasi massa atau aksi seremonial, melainkan munculnya kembali kesadaran bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Satu per satu BEM kampus mulai bergerak, menyatukan langkah dan suara. Apa yang dimulai ALMADUN bukan sekadar aksi, melainkan tanda bahwa denyut pergerakan mahasiswa Makassar masih hidup dan siap mengawal kepentingan rakyat,” lanjutnya.

Isu Makassar Gelap kini mulai menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa dan masyarakat. Narasi tersebut tidak hanya mengkritik persoalan ekonomi, tetapi juga menjadi peringatan bahwa pembangunan tanpa kesejahteraan berpotensi melahirkan ketimpangan yang semakin lebar.

ALMADUN menegaskan bahwa gerakan ini akan terus dikawal hingga pemerintah menunjukkan keberpihakan yang lebih nyata terhadap masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi. Bagi mereka, kota yang sesungguhnya terang bukanlah kota yang dipenuhi lampu dan bangunan megah, melainkan kota yang mampu memastikan rakyatnya hidup dengan layak dan sejahtera.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *