Kota Malang | POROSNUSANTARA.COM -Ribuan Kepala Keluarga di Sejumlah Wilayah di Perumahan Sulfat, Simpang Sulfat Utara, Purwantoro dan sekitarnya mengeluhkan dan menyoroti pelayanan PT Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang, tidak profesional.
Keluhan warga tersebut terkait matinya pasokan air PDAM ke rumah-rumah warga, mulai Sabtu pagi ( 28/02/2026) hingga Minggu besok ( 01/03/2026).
Ribuan kepala keluarga rumahnya tidak teraliri pasokan air PDAM tersebut, di sejumlah perumahan di kawasan Sulfat, Purwantoro, Titan Asri, Perum Puskopad dan sekitarnya. Mereka menyoroti tindakan PT Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang yang tidak profesional, dengan tidak memberikan pemberitahuan terkait matinya air PDAM tersebut hingga Sabtu malam kepada warga.
” PDAM tidak profesional dalam penanganan matinya pasokan air ke rumah-rumah warga, mereka hanya cari untung saja, kalo menunggak diputus sepihak atau didenda kalo telat bayar, kalo ada kasus seperti ini terus apa kompensasinya kan gak ada, ” kata Adi, warga perumahan Sulfat, Sabtu sore ( 28/02/2026)
Ia juga menyesalkan selama ini tidak ada upaya lain untuk membantu warga yang tidak mendapat pasokan air karena mati tersebut, coba apa upayanya kan gak pernah ada, ” ujarnya marah.
Menurut warga tersebut, apapun alasan dan penyebabnya sebagai bagian dari pelayanan harusnya memberi solusi untuk ribuan warga yang airnya mati dan berdampak signifikan lho kalo gak ada air.
Sementara itu, dari pihak Tugu Tirta atau PDAM Kota Malang lewat Tugu Tirta Connect, soal gangguan layanan menyatakan matinya aliran air PDAM akibat gangguan pipa PDAM bocor di kawasan Simpang Sulfat Utara atau jembatan bailey yang terkena alat berat bego.
Diperkirakan gangguan matinya air akan berlangsung hingga 24 jam hingga besok Minggu. ” Air pulih dan proses normalisasi akan berlangsung 1×24, ” kata pernyataan TTC PDAM tersebut.














