banner 728x250
OPINI  

Amerika Serikat Telah Menyulut Api Perang Dunia Ke-3 Dari Negara Revolusi Islam Iran

Oleh : Jacob Ereste :

BANTEN | POROSNUSANTARA.COM  ‘ Tewasnya Pemimpin Revolusi Iran, Ali Khamenei pada 28 Februari 2026 akibat gempuran Amerika Serikat ke pusat Pemerintahan Iran.

Peristiwa tewasnya Pemimpin Spiritual Karismatik ini dapat dipastikan harus dibayar mahal oleh Amerika Serikat yang menjadi biang kerusuhan antara Israel melawan Palestina hingga semakin meluas ke berbagai negara sekitarnya.

Akibat serangan balik Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di berbagai dierah negara sekitarnya itu, jadi potensial melibatkan sejumlah negara terdapak dari serangan balik Iran untuk menghentikan kezaliman dan kesewenang-wenangan Amerika Serikat yang arogan penuh ambisi untuk menguasai dunia.

Tewasnya Ali Khamenei sebagai Pemimpin Agung Iran, akibat serangan brutal Amerika Serikat dan Israil, tampaknya akan dibayar mahal oleh Amerika Serikat dan Israil, sehingga pantas diperkirakan oleh berbagai pemerhati akan menyulut api Perang Dunis ke-3 yang akan semakin memperluas arena pepersngan yang semakin sulit dicegah. Setidaknys reaksi sejumlah negara di sekitar kawasan seperti Qatar yang terkena sasaran rudal Iran, kendati belum ada korban yang berjatuhan. Lalu Pangkalan Udara Al Salem di Kuwait. Kemudian Uni Emirat Arab yang juga terkena sasaran rudal Iran. Bahkan Markas Besar Armada Angkatan Laut ke-5 Amerika Serikat di Bahrain. Sedangkan Arab Saudi sendiri menerima ledakan rudal Iran di Riyadh. Tentu saja Israel sendiri akan terus menjadi sasaran cadangan rudal Iran yang akan bermunculan dari persembunyiannya di bawah tanah.

Sulit diperkirakan apa yang akan terjadi kemudian setelah perang terbuka antara Iran yang terkenal militan dan tangguh dengan Amerika Serikat yang pongah ingin menjadi penguasa dunia. Yang pasti, eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat akan memperparah situasi yang akan diikuti oleh dampak ekonomi global, setidaknya bisa membuat harga minyak melonjak dan kelusruhan tata perdagangan dunia pun dapat menjadi kacau hingga tidak stabilnya pasar keuangan dunia.

Kekacauan tata ejonomi yang terjadi mulai dari kawasan sekitar dibarengi oleh kerusakan sarana infrastruktur yang parah, sehingga suplai bantuan tidak cuma tersendat, tapi bisa jadi tidak pernah bisa sampai atau diterima oleh mereka yang sangat menerlukan, terutama untuk bahan pangan. Belum lagi efek psikoligis terhadap mereka yang mengalami kehilangan anggota keluarganya.

Sikap NATO (Nort Atlsntic Treaty Organization sebagai aliansi militer dari sekitar 30 lebih negera yang bertujuan untuk pertahanan kolektif, keamanan bersama, kerjasama internsional untuk mencegah agresi, mempertahankan keamanan, toh belum memberikan reaksi dan sikap untuk mencegah birahi peperangan yang sangat mungkin bida semakin meluas. Apalagi didalam keanggotaan NATO sendiri terbilang ada Amerika Serikat Inggris, Prancis dan Jerman serta Turki.

Sementara Rusia yang terbilang mesra dengan Iran jelas tidak akan tinggal diam atas kezaliman yang mendera sohib kentalnya, Iran. Karena itu eskakasi perang menuju episode ke-3 dalam sejarah manusia modern di bumi, bisa terjadi dan semakin membara. Setidaknya, ksrena martir yang telah menjadi korban dari Iran — sebagai pemimpin spiritual yang sangat dihormati dan dicintai oleh umat Islam — patut dan wajar memperoleh imbalan yang setsra dalam perspektif suhada yang gugur di medan laga. Dalam konteks ini pula sikap yang tegas dan jelas dari pemerintan Indonesia — patut melakukan koreksi ulang dalam memilih bergabung dalam BOP (Board of Peace) yang mengklain sebagai Dewan Perdamaian Dunia jelas omong kosong alias penipuan yang nyata dengan menyerang Iran, seperti gerak-gerik awalnya mekakukan intervensi yang lebih melakukan agresi ke berbagai negara sebelumnya, dan kembali dilakukan seperti yang terjadi sekarang ini. Artinya, Amerika Serikat telah menyulut Perang Dunia ke-3 dimulai.

(Banten, 1 Maret 2026).

Editor: Darman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *