Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BERITA

Baznas Perkuat Kualitas Amil dan Akurasi Penyaluran Zakat, Libatkan Ulama, Mahasiswa, dan Masyarakat

110
×

Baznas Perkuat Kualitas Amil dan Akurasi Penyaluran Zakat, Libatkan Ulama, Mahasiswa, dan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto: Wakil Ketua I Baznas Kota Bekasi Dr. Mulyadi, S.Ag, M.A.
Example 468x60

KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus memperkuat program pemberdayaan dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan zakat guna memastikan dana zakat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I: Dr. Mulyadi, S.Ag, M.A. dalam kegiatan sosialisasi program Baznas yang melibatkan para ulama, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, pengelolaan zakat membutuhkan amil yang memiliki kualitas, integritas, dan pemahaman yang baik terhadap tugas serta tanggung jawabnya.

Example 300x600

Pengelola zakat atau amil harus benar-benar orang yang memiliki kualitas dan kompetensi. Oleh karena itu, Baznas terus melakukan penguatan SDM agar pengelolaan zakat berjalan profesional, transparan, dan akuntabel,” ujar Mulyadi.

Foto: Jl. Belut Raya, RT.002/RW.006, Kayuringin Jaya, Kec. Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat 17144

Dalam kesempatan tersebut, Baznas juga mensosialisasikan berbagai program kepada para ulama dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Selain itu, Baznas turut merangkul insan pers dan awak media untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai program-program zakat, infak, dan sedekah yang dijalankan.

Mulyadi menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan tidak hanya berdasarkan hasil survei yang dilakukan Baznas. Dalam menentukan penerima manfaat, Baznas juga bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat.

Menurutnya, penerima bantuan tidak hanya ditentukan berdasarkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan oleh kelurahan, melainkan juga mengacu pada data kesejahteraan masyarakat yang telah diverifikasi dan masuk dalam kategori desil sesuai pendataan yang dilakukan Dinas Sosial.

Kami ingin memastikan bahwa dana zakat yang dihimpun dari masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya. Karena itu, kami menggunakan data yang valid dan melakukan verifikasi secara berlapis,” katanya.

Sebagai bentuk transparansi dan pengawasan bersama, Baznas berencana melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam proses pendataan dan pengawasan penyaluran bantuan. Keterlibatan tersebut mencakup mahasiswa, tokoh masyarakat, serta para ulama agar distribusi zakat dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Kita akan melibatkan mahasiswa, akan melibatkan unsur masyarakat, dan termasuk melibatkan ulama. Jangan sampai tujuan dari dana zakat ini tersalurkan bukan kepada yang berhak menerimanya,” tegas Mulyadi.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Baznas berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat sekaligus memperluas manfaat program pemberdayaan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baznas juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelola zakat yang profesional, sehingga dana yang dihimpun dari para muzaki dapat memberikan dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *