KOTA BENGKULU | POROSNUSANTARA.COM – Ditengah Konflik dan perbedaan, mimpi anak anak Bengkulu setinggi deruan ombak yang tak pernah lelah menyentuh Pantai , sebuah ide cerita karya anak bangsa oleh Marlian sentosa mengangkat tema yang penuh dengan sensai, edukasi dan nilai nilai sejarah bangsa khususnya dikota Bengkulu sebentar lagi akan tayang dalam bentuk karya film. adalah PT Gemilang Karya Entertainment yang saat ini sedang menggarap produksi film tersebut,
Exsecutive Produser film ini Anshori,SH kepada porosnusantara.com 16/01/2026 membeberkan singkat perjalanan persiapan pembuatan film yang sarat dengan nilai nilai budaya dan pendidikan. Ansori menjelaskan film ini mengangkat cerita tentang cinta dan kehidupan serta kepedulian terhadap lingkungan, film ini diberi tajuk ” Cahaya di Pantai Tapak Padri” jelas Anshori.
” Film ini mengangkat cerita tentang nilai nilai pendidikan khususnya di kota Bengkulu , berupa sejarah peradaban tentang peninggalan sejarah seperti benteng Marlborough, Tapak Padri, Rumah Pengasingan Bung Karno, rumah Bu fatmawati serta Tentang seputar semangat dan harapan anak anak Bengkulu” jelas Anshori
Anshori menambahkan film ini dilatar belakangi adanya konflik dan perbedaan pandangan terhadap nilai nilai sejarah , nilai pendidikan khususnya di kota Bengkulu , misalnya pemahaman tentang adanya peninggalan sejarah, seperti benteng Marlborough, Rumah Pengasihan bung Karno serta dinamika pendidikan yang ada di kota Bengkulu ini. Saat di tanya keterlibatan tokoh dan pemeran utama film ini Anshori menjelaskan pembuatan film ini melibatkan anak sekolah mulai dari tingkat dasar (SD), tingkat Menengah , tingkat atas dan Mahasiswa yang ada di perguruan tinggi Bengkulu
” Aktor dan aktris yang terlibat adalah tokoh masyarakat Bengkulu , seperti walikota Bengkulu , para pelaku seni peran di Bengkulu serta anak anak di mulai tingkat SD hingga perguruan tinggi” papar Anshori
Di teruskan Anshori nantinya film ini akan kita tayangkan di setiap sekolah sekolah, serta kampus di Bengkulu yang akan kerjasama dengan dinas pendidikan dan kebudayaan kota Bengkulu serta pendidikan tinggi, pihak nya juga sedang mencoba membuka kerjasama agar film ini dapat di tayangkan di bioskop tweety one (Bioskop 21) imbuh Anshori.
Dalam kesempatan ini Anshori mengajak kepada masyarakat provinsi Bengkulu pada umumnya dan masyarakat kota Bengkulu untuk sama sama menyukseskan pembuatan film ini hingga nantinya akan tayang di sekolah sekolah dan Bioskop, dan tidak itu saja Anshori meminta doanya masyarakat Bengkulu nantinya setelah film pertama ini selesai pihaknya akan membuat film yang kedua, untuk itu mohon doa restunya. Pungkas lelaki yang juga aktif sebagai pengacara ini.

Sementara itu produser film ini Temmy SKY yang di dampingi sang sutradara Ali Rawi kepada media ini menyampaikan pembuatan film ini di perkirakan memakan waktu kurang lebih 1 bulan , dimana akan menghabiskan 100 scane lebih untuk selesainya produksi film ini .
” Pembuatan film ini di perkiraan makan waktu 30 hari kurang lebih, mengingat waktu syuting yang di sesuaikan dengan waktu libur sekolah , sementara perkiraan scane nya lebih dari 100 scane, bahkan ada beberapa schane yang melibatkan orang nomor satu di kota Bengkulu ini yaitu Bapak walikota Dedy Wahyudi” ungkap Temmy SKY .
Dalam uraiannya sang produser juga menjelaskan lokasi pembuatan film ini di pusatkan di seputaran pantai tapak padri dan seputaran pantai zakat, bahkan tidak menutup kemungkinan akan mengambil lokasi syuting di luar kota Bengkulu seperti di kabupaten Lebong , di Kabupaten Bengkulu Tengah dan tempat tempat lainya tambah Temmy SKY.
Pantauan media ini lokasi syuting film di pantai kualo dan pantai zakat tampak antusias keluarga Aktris dan aktor yang terlibat untuk melihat langsung pelaksana syuting film Cahaya di Pantai Tapak Padri ini. (SUSANTO)














