SUKABUMI | POROSNUSANTARA.COM – Arus lalu lintas di kawasan Exit Tol Parung Kuda Sukabumi mengalami lumpuh total pada Sabtu malam ribuan kendaraan, baik mobil pribadi, bus, hingga sepeda motor, terpantau tidak bergerak selama kurang lebih satu jam. Kondisi “parkir berjamaah” ini dipicu oleh lonjakan volume kendaraan yang keluar dari jalan tol dan bertemu dengan arus padat di jalur arteri Bogor-Sukabumi, Sabtu (28/03/2026).
Guna mengurai benang kusut kemacetan yang memanjang hingga pertigaan Cibadak-Cikidang, aparat kepolisian dari Satlantas Polres Sukabumi memberlakukan skema sistem buka-tutup secara situasional langkah ini diambil untuk memberikan ruang bagi kendaraan dari arah Bogor maupun sebaliknya agar tetap bisa bergerak meskipun merayap.
Kemacetan mulai mencapai titik jenuh pada pukul 18.30 WIB. Ribuan kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol Parung Kuda (Bocimi Seksi 2) langsung disambut antrean panjang., Di titik ini, terjadi pertemuan arus (bottleneck) antara kendaraan yang baru keluar tol dengan kendaraan dari arah jalan raya utama Bogor.
Banyak pengendara mobil yang akhirnya mematikan mesin dan keluar dari kendaraan untuk sekadar meregangkan kaki karena tidak ada pergerakan selama hampir 60 menit.
Kondisi diperparah dengan banyaknya kendaraan besar seperti truk logistik yang melintas di jam sibuk tersebut.
Untuk mencegah penguncian total di persimpangan-persimpangan krusial, polisi lantas bersiaga di titik-titik lelah dengan sistem one way (satu arah) yang menutup salah satu arus secara permanen.
“Kami memberlakukan sistem buka-tutup untuk mengatur ritme kendaraan. Fokus kami adalah menarik arus dari Exit Tol Parung Kuda agar tidak terjadi penumpukan di dalam jalur tol, kemudian secara bergantian memberikan akses bagi kendaraan dari arah Sukabumi menuju Bogor,” ujar salah satu petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas.
Kemacetan ini merembet cukup jauh hingga ke pertigaan Cibadak arah Cikidang. Kendaraan yang hendak menuju Palabuhanratu maupun yang menuju pusat kota Sukabumi harus bersabar mengantri di jalur yang sangat sempit, situasi memicu reaksi beragam dari para pengguna jalan, Berikut adalah suara dari pengendara yang terjebak dalam kemacetan tersebut:
.Bapak jul (42), Pengemudi Mobil asal Depok
“Saya tertahan tepat setelah keluar pintu tol Parung Kuda. Benar-benar diam total, satu jam lebih cuma maju beberapa meter saja. Polisi memang pakai sistem buka-tutup, tapi karena volumenya terlalu banyak, jadi tetap lambat. Saya sampai ketiduran sebentar di mobil saking tidak ada pergerakan.”
.Adi (28), Pengendara Sepeda Motor Lokal
“Motor saja susah lewat biasanya kan motor bisa nyelip di kiri atau kanan, tapi ini mobil-mobil sudah mepet banget ke bahu jalan dari Parung Kuda ke Cibadak yang biasanya cuma 15 menit, sekarang kerasa lama banget semua kendaraan terdiam, panas mesin kerasa banget.”
Secara teknis, Exit Tol Parung Kuda saat ini merupakan titik akhir dari Tol Bocimi Seksi 2. Hal ini menjadikan wilayah Parung Kuda dan Cibadak sebagai penampung utama seluruh arus kendaraan dari arah Jakarta/Bogor yang menuju Sukabumi.
Beberapa faktor teknis penyebab macet antara lain:
• Penyempitan Jalan (Bottleneck): Lebar jalan arteri tidak sebanding dengan debit kendaraan yang keluar dari jalan tol dalam waktu bersamaan.
Aktivitas Persimpangan Cibadak-Cikidang merupakan pertemuan arus wisata (arah Palabuhanratu) dan arus logistik jalur nasional.
Bagi Anda yang hendak melintasi jalur ini pada akhir pekan, disarankan untuk cek kondisi BBM Pastikan tangki bahan bakar terisi cukup karena sistem buka-tutup bisa memakan waktu lama.
Insiden macet total di Exit Tol Bocimi Parung Kuda membuktikan bahwa meskipun infrastruktur tol sudah tersedia, titik pertemuan dengan jalan arteri tetap menjadi tantangan besar.
Langkah polisi dengan sistem buka-tutup menjadi satu-satunya cara untuk mencegah kemacetan permanen (gridlock) di wilayah tersebut.
(Budi Setiawan)








