banner 728x250

Gedung Parkir Kayutangan Diresmikan, Wali Kota Malang Dorong Penataan Terpadu Kawasan Heritage

oplus_0

Kota Malang | POROSNUSANTARA.COM – Setelah melalui proses perencanaan yang panjang, Gedung Parkir Kayutangan akhirnya resmi beroperasi. Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M, pada Sabtu (10/1/2026). Kehadiran gedung parkir ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Malang dalam mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung di kawasan Kayutangan Heritage.

Gedung Parkir Kayutangan dibangun dengan nilai kontrak sebesar Rp9 miliar, bersumber dari APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2025. Plh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Slamet Santosa, menjelaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk mengatasi persoalan parkir liar yang selama ini menyebabkan penyempitan ruas jalan di kawasan heritage tersebut.

“Pembangunan Gedung Parkir Kayutangan dibiayai APBD Kota Malang tahun anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp9.002.475.000,” ujar Slamet.

Gedung parkir ini terintegrasi dengan Parkir Bertingkat Majapahit. Di Gedung Parkir Kayutangan tersedia satu lantai basement dengan kapasitas 20 unit kendaraan roda empat dan lantai satu yang mampu menampung 350 unit kendaraan roda dua. Sementara itu, Parkir Bertingkat Majapahit memiliki daya tampung 15 kendaraan roda empat dan 450 kendaraan roda dua.

“Total kapasitas parkir yang tersedia mencapai 35 kendaraan roda empat dan 800 kendaraan roda dua,” lanjutnya.

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, akses masuk kendaraan diberlakukan satu arah melalui Jalan Basuki Rahmat, sedangkan jalur keluar terhubung langsung ke kawasan parkir Majapahit. Slamet menambahkan, Gedung Parkir Kayutangan mengusung konsep bangunan bertumbuh, sehingga ke depan masih memungkinkan pengembangan sesuai kemampuan daerah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa kehadiran gedung parkir ini merupakan solusi konkret atas persoalan klasik parkir dan kemacetan di Kayutangan. Ia mengakui, kepadatan kendaraan yang parkir di sepanjang jalan sebelumnya sulit diatasi.

“Alhamdulillah, dengan konektivitas antara Kayutangan dan Majapahit, kondisi lalu lintas jauh lebih tertata. Pengunjung kini bisa lebih nyaman menikmati kawasan heritage tanpa terganggu parkir semrawut dan kemacetan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk sosialisasi, Pemkot Malang menggratiskan parkir kendaraan roda empat hingga 13 Januari 2026, agar masyarakat terbiasa memanfaatkan fasilitas parkir gedung.

Lebih jauh, Wali Kota menegaskan bahwa penataan tidak berhenti di Kayutangan. Pemkot akan menyambungkan kawasan heritage dengan Kawasan Splindit melalui konsep penataan terpadu. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar, mulai dari sekolah heritage, Pasar Guna, hingga rencana penataan ulang Pasar Senggol yang sebelumnya dikenal kumuh.

“Kawasan Splindit akan kita tata agar ikut merasakan dampak ekonomi Kayutangan Heritage. Bahkan ke depan memungkinkan dibangun jembatan ikonik yang menghubungkan kedua kawasan,” jelasnya.

Penataan ini juga akan dikaitkan dengan Taman Belakang Balai Kota,Taman Rekreasi Kota , stasiun kereta api, hingga Alun-alun Kota Malang, sehingga membentuk satu kesatuan destinasi wisata perkotaan.

Selain parkir, Pemkot Malang juga menyiapkan solusi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL). PKL di kawasan Alun-alun dan sekitarnya akan ditata dan diarahkan ke kawasan Splindit dengan konsep Pasar Senggol yang terjadwal dan tertib.

Tak hanya itu, Pemkot juga merancang penguatan wisata budaya, dengan menampilkan pertunjukan seni dan tari di kawasan Splindit. Paket wisata tahunan akan disusun dan dipromosikan melalui hotel-hotel, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati heritage, tetapi juga budaya khas Kota Malang.

Dari sisi lalu lintas, Wahyu Hidayat menyebut kondisi saat ini jauh lebih lancar. Selain penataan parkir, kehadiran Trans Jatim turut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

“Banyak pengunjung dari luar kota memanfaatkan kereta api dan Trans Jatim untuk berkeliling kota. Ini sangat membantu kelancaran lalu lintas,” pungkasnya.

Dengan peresmian Gedung Parkir Kayutangan dan penataan kawasan secara menyeluruh, Pemkot Malang optimistis pusat kota akan semakin tertib, nyaman, dan menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *