banner 728x250

Imlek 2026 di Vihara Arga Pura Wonosari Berlangsung Kyusuk, Usung Tema “Harmoni Imlek Nusantara”

MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Vihara Arga Pura, Dusun Kebobang, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, berlangsung kyusuk dan penuh nuansa kebersamaan, Selasa (17/2/2026). Ibadah yang mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara” ini diikuti sekitar 40 jemaat dan berjalan aman serta tertib.

Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 12.37 WIB, dipimpin oleh Romo Pandita Samat selaku pemimpin kebaktian. Sejumlah unsur Forkopimcam dan tokoh agama turut hadir dalam perayaan tersebut.

Tampak hadir Erwan mewakili Camat Wonosari, Serda Angga selaku Babinsa Kebobang mewakili Danramil 0818/32 Wonosari, AKP Budiono Kapolsek Wonosari, Setyorini dan Ni Made Dami Asri selaku Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kabupaten Malang, Kepala Desa Kebobang Mujiati beserta perangkat desa, serta para jemaat vihara.

Rangkaian ibadah diawali dengan doa pembukaan, dilanjutkan ceramah Imlek bertema “Harmoni Imlek Nusantara” yang disampaikan oleh Setyorini. Dalam ceramahnya disampaikan bahwa Hari Raya Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan lunar, melainkan momentum refleksi diri, pembaruan tekad, dan penguatan nilai kebajikan.

Ia menegaskan, dalam ajaran Buddha setiap pergantian waktu menjadi kesempatan memperbaiki kualitas batin. Nilai syukur, bakti kepada orang tua, penghormatan kepada leluhur, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik menjadi esensi Imlek yang selaras dengan ajaran tentang hukum sebab akibat (Kamma).

Tema “Harmoni Imlek Nusantara” dinilai relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk. Harmoni dimaknai bukan sebagai ketiadaan perbedaan, melainkan kemampuan hidup berdampingan dengan penuh toleransi dan saling menghormati.

Dalam Buddhadharma, harmoni lahir melalui praktik Metta (cinta kasih), Karuna (welas asih), Mudita (simpati atas kebahagiaan orang lain), dan Upekkha (keseimbangan batin).

Selain ceramah, kegiatan juga diisi dengan doa syafaat dan doa umat, persembahan pujian berupa paduan suara dan musik tradisional, prosesi khusus Imlek, ritual ucapan syukur Tahun Baru, hingga pembagian angpao simbolis kepada anak-anak.

Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar, penuh kekhidmatan, dan dalam suasana aman serta kondusif.

Perayaan ini tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga sarana mempererat kerukunan antarumat beragama dan memperkuat persatuan. Tema yang diangkat mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman, di mana nilai-nilai budaya Tionghoa berpadu dengan kearifan lokal Nusantara dalam suasana harmonis dan penuh kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *