JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM — Semangat menuju Indonesia Emas 2045 kembali digaungkan dalam momentum kebangsaan yang berlangsung khidmat di kawasan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Dalam suasana penuh refleksi, para tokoh menegaskan bahwa tantangan ke depan tidak bisa dihadapi dengan kerja yang biasa-biasa saja, Selasa,31/3/2026.
Ketua Umum Asosiasi Asprumnas, M. Syawali, mengingatkan bahwa Indonesia membutuhkan lompatan besar dalam berbagai sektor untuk mencapai target pembangunan jangka panjang.
“Menuju 2045, tidak ada ruang bagi kerja yang biasa-biasa saja. Kita harus bekerja luar biasa, terukur, dan berpihak pada rakyat,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa persatuan nasional merupakan senjata utama dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi hingga dinamika geopolitik dunia.
Selain itu, Syawali turut menyoroti peran strategis media massa dalam membangun narasi kebangsaan. Ia berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak optimisme di tengah masyarakat.
“Media memiliki kekuatan besar untuk membangun harapan dan kepercayaan publik. Narasi positif dan konstruktif sangat dibutuhkan saat ini,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama yang tidak boleh goyah dalam perjalanan menuju Indonesia maju.
“Persatuan adalah modal utama kita menuju Indonesia Maju,” ujarnya singkat namun penuh makna.
Pesan yang lahir dari Kalibata ini menjadi pengingat kuat bagi seluruh pemangku kepentingan—baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat—bahwa waktu untuk bertindak adalah sekarang. Tidak ada lagi ruang untuk keraguan, karena kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama yang tidak bisa ditawar.
Momentum ini sekaligus menjadi seruan bersama untuk memperkuat kolaborasi, menjaga persatuan, dan memastikan setiap langkah pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia. (jul/red).














