banner 728x250
Hukum  

Investigasi Dugaan Pengolahan Emas Ilegal di Cigudeg Berujung Intimidasi dan Anarkis, “LPMI dan Wartawan” Sudah Laporkan ke Polres Bogor

BOGOR | POROSNUSANTARA.COM – Januari — Tim Investigasi Lembaga Prioritas Masyarakat Indonesia (LPMI) mengalami ketegangan serius saat melakukan investigasi lapangan terkait dugaan kegiatan pengolahan emas ilegal serta transaksi jual-beli emas hasil pengolahan ilegal di Kampung Kompa, Kelurahan Sipayung, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari Minggu tanggal 4 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengumpulan data dan verifikasi lapangan. Dalam proses investigasi, tim memperoleh rekaman video, dokumentasi transaksi, serta nota penjualan, yang menguatkan indikasi awal adanya dugaan tindak pidana.

Usai proses dokumentasi, pemilik tempat pengolahan yang juga diduga sebagai penadah hasil emas ilegal mengajak tim untuk bergeser ke sebuah tempat makan. Ajakan tersebut ditolak, karena dinilai tidak relevan dengan kegiatan investigasi dan berpotensi mengaburkan konteks kejadian serta lokasi TKP.

Tidak lama kemudian, Kapospol yang diketahui bernama Pak Nasrin melakukan panggilan telepon kepada pihak Terduga/Terlapor, lalu berkomunikasi langsung dengan Ketua Umum LPMI.

Berdasarkan komunikasi tersebut, LPMI menilai adanya dugaan relasi yang tidak profesional antara aparat dan pihak terduga, yang mengindikasikan dugaan pembackingan terhadap aktivitas ilegal yang tengah diinvestigasi.

Kapospol selanjutnya menyampaikan akan mengirimkan anggota ke lokasi TKP. Namun, pihak pertama yang datang justru seseorang bernama Herman, yang mengaku sebagai anggota Kopassus sekaligus keluarga Terduga/Terlapor.

Kondisi ini menimbulkan kejanggalan serius, mengingat klaim keanggotaan militer tersebut tidak disertai identitas resmi dan kehadirannya bukan dalam kapasitas penegakan hukum.

Beberapa waktu kemudian, Kapospol datang ke lokasi bersamaan dengan sejumlah warga.
Pada awalnya situasi masih relatif kondusif, namun muncul teriakan-teriakan bernada provokatif dari oknum tertentu, yang secara bertahap memicu kerumunan dan ketegangan massa.

Untuk menghindari eskalasi konflik, tim diarahkan menuju pos polisi terdekat. Namun, saat tim berada di dalam kendaraan operasional, massa yang telah terprovokasi melakukan pelemparan batu, sehingga tiga kaca kendaraan operasional pecah.

Tim juga melihat sekelompok massa membawa senjata tajam, batu berukuran besar, bambu, serta balok kayu. LPMI menyebut telah mengantongi rekaman video yang memperlihatkan aksi provokasi, teriakan provokatif, hingga pelemparan batu, yang diduga dilakukan oleh salah satu pegawai pengolahan berinisial F.

“Sudah Kami Laporkan Di Polres Bogor dengan nomor :  LP/B/26/l/2026/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JAWA BARAT,” kata Ketua Umum LPMI Lee Cien

Tim kemudian diarahkan menuju Polsek Cigudeg, namun massa masih terlihat mengikuti dan berkumpul di sekitar lokasi. Demi keselamatan, LPMI meminta bantuan kepada POLRI untuk dilakukan evakuasi dan pengamanan ke Polres Bogor Kabupaten.

Proses evakuasi tersebut berjalan aman dan lancar. LPMI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polri atas respons cepat dan langkah pengamanan yang diberikan dalam menjaga keselamatan tim.

Terkait dugaan adanya oknum yang membekingi aktivitas ilegal, LPMI menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut melalui pengaduan resmi ke Propam Polri, sesuai mekanisme yang berlaku.

Selain itu, terhadap pemberitaan yang beredar yang dinilai tidak berimbang, tidak disertai bukti otentik, serta mengabaikan hak jawab, LPMI menyatakan akan melayangkan somasi dan menempuh jalur hukum, termasuk langkah hukum berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, terhadap OTK yang di backing oknum diduga melakukan pengrusakan kendaraan dan pengeroyokan, LPMI mengaku telah mengantongi identitas para pelaku berdasarkan rekaman yang dimiliki, dan memastikan akan melaporkan serta memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.

Seluruh langkah yang kami tempuh merupakan bentuk komitmen terhadap penegakan hukum yang adil, transparan, dan tidak tebang pilih,” ujar Ketua Umum LPMI

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *