INDRAGIRI HILIR | POROSNUSANTARA.COM – Polres Indragiri Hilir menegaskan komitmen negara untuk hadir dan bertanggung jawab dalam memastikan penanganan pascaledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) berjalan maksimal, transparan, dan berkeadilan. Di bawah kepemimpinan Kapolres Inhil AKBP Farouq Oktora, S.H., S.I.K., M.H., jajaran kepolisian bersama Polsek Kemuning turun langsung ke lokasi guna mengawal seluruh tahapan pergantian pipa serta memastikan hak-hak korban terpenuhi.
Sejak insiden terjadi pada Jumat (2/1) hingga Senin (5/1), Kapolres Inhil bersama jajaran terus berada di lapangan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan dan standar keselamatan. Kehadiran aparat tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memastikan seluruh pemangku kepentingan menjalankan tanggung jawabnya secara utuh.
“Intinya kehadiran kami adalah memastikan semua tugas dan tanggung jawab para stakeholder dijalankan sesuai aturan, berjalan aman, transparan, dan tidak merugikan masyarakat. Baik itu PT TGI, BidLabfor Polda Riau, penanganan korban, hingga kerugian material, semuanya harus jelas dan bertanggung jawab,” tegas AKBP Farouq Oktora.
Kapolres menjelaskan, saat ini proses pergantian pipa gas yang rusak tengah dilakukan oleh teknisi PT TGI dengan pengawasan ketat. Alat berat telah diturunkan untuk melakukan penggalian dan identifikasi titik pipa yang harus diganti secara menyeluruh.
“Sekarang masih proses. Alat berat melakukan penggalian pipa yang rusak, nanti akan diketahui batas pipa yang harus diganti. Soal teknis, tentu teknisi yang lebih memahami mekanismenya, namun kami memastikan prosesnya aman dan sesuai prosedur,” jelasnya.
AKBP Farouq Oktora juga menegaskan bahwa para korban luka bakar telah mendapatkan penanganan medis dengan baik melalui Puskesmas Selensen, yang seluruh pembiayaannya menjadi tanggung jawab PT TGI. Selain itu, kerugian material warga seperti lahan sawit, rumah, dan kendaraan juga sedang ditangani.
“Korban adalah prioritas. Negara tidak boleh abai. Perawatan korban luka bakar sudah ditangani dengan baik, begitu juga kerugian material masyarakat. Semua harus dipertanggungjawabkan secara manusiawi dan berkeadilan,” ujar Kapolres dengan nada tegas.
Terkait penyebab ledakan pipa gas, Kapolres menegaskan bahwa saat ini masih dalam proses penyelidikan ilmiah oleh BidLabfor Polda Riau. Sejumlah barang bukti berupa potongan pipa telah diamankan untuk dianalisis secara laboratorium.
“Penyebab ledakan belum bisa disimpulkan. BidLabfor Polda Riau sudah mengambil barang bukti dan melakukan analisa by system. Ini kejadian yang tidak terduga, sehingga harus dibuktikan secara ilmiah dan profesional,” tutupnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Indragiri Hilir AKP Ricky Marzuki memastikan proses pergantian pipa gas tidak mengganggu aktivitas lalu lintas di jalur strategis Lintas Timur.
“Ruas jalan Lintas Timur sudah dibuka sejak api dinyatakan padam. Hingga saat ini tidak ada rekayasa lalu lintas, baik dari arah Pekanbaru–Jambi maupun sebaliknya. Semua berjalan aman dan lancar,” jelas AKP Ricky.
Dengan pengawalan ketat Polres Inhil, proses pergantian pipa PT TGI diharapkan berjalan optimal, keselamatan masyarakat terjamin, serta penanganan korban dilakukan secara adil dan bertanggung jawab—menjadi bukti nyata bahwa hukum, keselamatan, dan kemanusiaan tetap menjadi panglima. (Sudirlam)








