RIAU, INHU | POROSNUSANTARA.COM -Kapolsek Kelayang dan Kepala Desa Coffee Morning : Poros Nusantara.com
Di tengah suasana hangat pagi hari di kantor Polsek Kelayang, sebuah pertemuan penting berlangsung dalam format yang santai namun sarat makna. Pada Senin, 6 April 2026, Kapolsek Kelayang, Iptu Rudi Syahputra, menggelar agenda Coffee Morning yang dihadiri oleh seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Kelayang. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah forum strategis untuk memetakan tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tingkat desa.
Kecamatan Klayang merupakan salahsatu Kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, sebagai salahsatu kecamatan yang memiliki potensi ekonomi dan pertumbuhan penduduk diwilayah tersebut berkembang dengan pesat. Dalam Pertemuan terrsebut ada Tiga Pilar Ancaman Lingkungan dan Sosial dibahas diantaranya Kebakaran Hutan, (karhutla), Pertambangan Emas Ilegal (PETI) dan peredaran Narkoba.
Dalam arahannya, Iptu Rudi Syahputra menyoroti tiga isu krusial tersebut yang saat ini menghantui wilayah Kelayang. Pertama, ia menekankan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap mengancam kelestarian lingkungan dan kesehatan warga. Para Kades diminta aktif mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kedua, perhatian khusus diberikan pada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Kapolsek memberikan imbauan keras agar aktivitas tersebut menjauhi infrastruktur vital seperti jembatan, area pemukiman, serta aliran sungai guna mencegah kerusakan ekosistem dan bencana bagi warga sekitar.
Ketiga, dan yang paling mendesak, adalah pemberantasan narkoba. Iptu Rudi menekankan bahwa narkoba adalah akar dari berbagai masalah sosial lainnya. Ia membuka pintu komunikasi langsung kepada para Kades melalui jalur pribadi (japri) untuk melaporkan adanya indikasi peredaran barang haram tersebut. Menurutnya, kepolisian tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa peran aktif dan informasi dari masyarakat desa.
Diskusi berkembang menjadi lebih dinamis saat para Kepala Desa menyampaikan realita di lapangan. Terungkap sebuah benang merah yang mengkhawatirkan: tingginya angka peredaran narkoba berdampak langsung pada meningkatnya kasus pencurian buah sawit. Narkoba menciptakan ketergantungan yang memicu tindakan kriminalitas kecil namun meresahkan, seperti pencurian tandan buah segar kelapa sawit yang dilakukan berulang kali dalam sehari.
Para Kades mengungkapkan kegelisahan warga terhadap fenomena ini. Meski jumlah yang dicuri terlihat sedikit—seringkali hanya satu keranjang menggunakan sepeda motor frekuensi pencurian yang tinggi telah mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan warga desa.
Merespons keluhan tersebut, para Kepala Desa mendesak kepolisian untuk tidak hanya menyasar para pencuri di lapangan, tetapi juga menindak tegas para penadah atau pembeli buah sawit curian. Keberadaan penadah dianggap sebagai pemberi ruang bagi para pencuri untuk terus beraksi.
Selain itu, dalam forum tersebut muncul permintaan agar pihak kepolisian memberikan sosialisasi mengenai batasan Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Warga berharap ada langkah hukum yang tetap bisa menjerat para pelaku pencurian sawit meskipun barang bukti yang dibawa terlihat kecil, demi memberikan efek jera.
Pertemuan Coffee Morning ini diakhiri dengan kesepahaman bersama bahwa menjaga keamanan Kecamatan Kelayang adalah tanggung jawab kolektif. Dengan memperkuat jalur komunikasi antara perangkat desa dan kepolisian, diharapkan keresahan warga terkait narkoba, PETI, hingga pencurian sawit dapat ditekan secara signifikan demi terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif. (red)
Kapolsek Kelayang dan Kepala Desa Coffee Morning : Sinergi Membangun Keamanan dari Meja Kopi














