BENGKULU | POROSNUSANTARA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Provinsi Bengkulu.
KPK bergerak cepat Sebanyak 7 orang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut resmi diterbangkan ke Jakarta pada Selasa (10/3/2026) pagi sekitar pukul 06.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Rombongan pejabat dan pihak swasta ini bertolak dari Bandara Fatmawati Soekarno menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air ID 6819.
Berdasarkan data yang dihimpun, ketujuh orang yang dibawa tersebut terdiri dari unsur pimpinan daerah, pejabat teknis, hingga pihak kontraktor. Berikut adalah daftar pihak yang diboyong KPK ke Jakarta:
1. M. Fikri Thobari (Bupati Rejang Lebong)
2. Hendri Praja (Wakil Bupati Rejang Lebong)
3. Iwan Badar (Sekda Rejang Lebong)
4. Hary Eko Purnomo (Kadis PU Kabupaten Rejang Lebong)
5. Santri Ghozali, A.Md. (Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkab Rejang Lebong)
6. Youki Yusdianto, ST (Direktur CV. Alpagker Abadi)
7. Edi Manggala (Pihak Swasta/Kontraktor)
Menanggapi hal ini , Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Amanah Bangsa Rakyat Indoensia Bersatu (ABRI-1) Dewan Pengurus Wilayah Provinsi Bengkulu Ujang Mulkati Berreaksi keras, menurut Ujang belum genap satu tahun penjabat ini di Lantik namun sudah terjadi OTT oleh KPK , Bengkulu ini ada apa?Tegas Ujang.
Di katakan Ujang Mulkati harus nya pejabat yang baru di Lantik ini fokus jalankan program kerja dan Janji politiknya janganlah dulu berpikir nyari keuntungan dan memperkaya diri, hal ini harus menjadi perhatian serius para kepala daerah yang ada di Bengkulu ini , mulai dari gubernur, walikota dan Bupati, jangan sama predikat yang melekat untuk provinsi Bengkulu ini sebagai sarang korupsi terus di sandang, Ungkap Ujang Mulkati
“ABRI-1 sebagai ormas yang menjadi bagian Dari masyarakat Kami menghimbau dan mengajak kepada semua pejabat yang ada di daerah ini baik Gubernur dan bupati serta walikota untuk mawas diri , intropeksi diri agar jangan terus menurus Bengkulu ini menjadi penyumbang pejabat korup di negeri ini ” Pungkas Ujang Mulkati
Selain itu DPW ABRI-1 Provinsi Bengkulu jelas Ujang Mulkati juga memberikan apresiasi atas kinerja tim penyidik KPK , dan pihak nya akan siap bersama sama KPK melakukan pengawasan jika masih di dapati oknum penjabat di daerah ini yang di dapati melakukan pelanggaran yang terindikasi menjurus ke korupsi
“Kami sampai kan apresiasi yang mendalam kepada penyidik KPK yang konsisten membongkar kasus kasus korupsi di Bengkulu ini, harapan kami sebagai ormas untuk tidak berhenti sampai di sini tidak menutup kemungkinan ada oknum pejabat lainnya meski tidak menuduh namun hal ini patut jadi perhatian, siapapun yang terlibat korupsi pejabat aktif ataupun yang lainnya harus di tidak tegas“.
Sementara itu di tempat terpisah Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Cabang Bengkulu Drs Yuharuddin,M.S.I memberikan tanggapan terkait permasalahan yang baru saja terjadi di Bengkulu ini, sebagai pengingat bila kasus kasus yang telah terjadi termasuk kasus tangkap tangan KPK di Bengkulu Ini sudah terlalu sering akan tetapi tidak ada efek jera bagi pejabat , apa mental seperti ini yang di contohkan kepada masyarakat, apakah rasa malu itu sudah tidak ada, jelas Yuharuddin
“Sebagai pejabat publik seharusnyo ketika mendapat masukan , ingatan dari tokoh publik itu selayaknya bersyukur jangan kemudian di benci dan dimusuhi faktanya saat ini semuanya jadi korban Ott KPK” ujarnya
Kasus terakhir yang menimpa mantan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah selayaknya jadi pelajaran buat pejabat di negeri ini tutup Yuharuddin. (Susanto)












