banner 728x250
BERITA  

Mentrans M. Iftitah Tegaskan Papua Jadi Jangkar Ekonomi Pasifik, Gandeng Agrinas Bangun Sentra Perikanan Transmigrasi

 

JAKARTA – Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di bawah kepemimpinan M. Iftitah Sulaiman Suryanagara terus memperkuat arah baru pembangunan kawasan transmigrasi. Tak lagi sekadar memindahkan penduduk, kawasan transmigrasi kini diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya sektor perikanan di wilayah pesisir seperti Papua.

Hal tersebut ditegaskan Menteri Iftitah saat melakukan audiensi dengan jajaran pimpinan PT Agrinas Jaladri Nusantara di Jakarta, Selasa (24/2). Dalam pertemuan itu, dibahas sinergi pengembangan kawasan transmigrasi sebagai sentra perikanan terpadu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kawasan transmigrasi harus menjadi pusat ekonomi baru. Kita tidak bisa hanya memindahkan penduduk, tetapi harus membangun ekosistem usaha yang memberi nilai tambah bagi masyarakat. Papua akan dijadikan sebagai jangkar ekonomi di kawasan Pasifik,” tegas Menteri Iftitah.

Menurutnya, langkah tersebut selaras dengan arahan Presiden agar pembangunan kesejahteraan merangkul wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, dengan pendekatan berbasis potensi lokal dan keberlanjutan.

Perikanan Terpadu: Produksi, Olahan, hingga Distribusi

Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nusantara, Kharisma Febriansyah, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai kawasan transmigrasi sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat perikanan terpadu.

“Kami melihat kawasan transmigrasi sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat perikanan terpadu. Jika dirancang sejak awal, produksi, pengolahan, dan distribusi bisa berjalan dalam satu ekosistem,” ujarnya.

Menteri Iftitah menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya laut yang melimpah, namun belum sepenuhnya didukung oleh rantai pasok yang kuat, industri pengolahan yang memadai, serta tenaga kerja terampil.

“Potensi perikanan kita sangat besar, tetapi belum didukung oleh rantai pasok, industri pengolahan, dan tenaga kerja terampil yang memadai. Di sinilah peran transmigrasi untuk menghadirkan sumber daya manusia yang produktif,” jelasnya.

Program Transmigrasi Patriot: SDM Terdidik Turun ke Lapangan

Sebagai langkah konkret, Kementerian Transmigrasi menjalankan Program Transmigrasi Patriot, yang menempatkan lulusan perguruan tinggi dan peneliti di kawasan transmigrasi.

“Program Transmigrasi Patriot menghadirkan lulusan perguruan tinggi ke kawasan transmigrasi. Mereka mendampingi masyarakat, mengembangkan potensi wilayah, dan mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi yang berkelanjutan,” terang Menteri Iftitah.

Papua menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki sumber daya laut yang masih relatif alami dan berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi biru dan hijau.

“Papua memiliki laut yang masih sangat baik. Ini peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi biru dan hijau. Kita ingin pembangunan di Papua berbasis pada potensi wilayahnya sendiri,” katanya.

Kampung Nelayan Jadi Pusat Ekonomi Baru

Sinergi ini juga diarahkan pada pengembangan kampung nelayan sebagai bagian dari sistem industri perikanan nasional. Kampung nelayan tidak hanya difungsikan sebagai kawasan hunian, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi yang memberi nilai tambah.

“Kampung nelayan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi. Nelayan bisa terlibat dalam pengolahan hasil tangkap sehingga memperoleh nilai tambah,” jelas Kharisma.

PT Agrinas Jaladri Nusantara menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan kawasan budidaya, fasilitas pengolahan ikan, hingga pelatihan tenaga kerja lokal agar siap masuk ke industri perikanan.

“Kami siap bekerja sama dalam pengembangan kawasan budidaya, pembangunan fasilitas pengolahan ikan, serta pelatihan tenaga kerja lokal agar siap masuk ke industri perikanan,” tegasnya.

Proyek Percontohan, Papua Jadi Kick-Off

Menteri Iftitah menegaskan bahwa kolaborasi ini akan dimulai melalui proyek percontohan di beberapa titik strategis, khususnya di Papua, sebagai langkah awal (kick-off).

“Jika berhasil, model ini bisa diterapkan di kawasan transmigrasi lain di Indonesia. Kita ingin membuka lapangan kerja, membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dan menjadikan Papua sebagai jangkar ekonomi di Pasifik,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara Kementerian Transmigrasi dan PT Agrinas Jaladri Nusantara, diharapkan lahir pusat-pusat ekonomi baru di kawasan transmigrasi yang tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan industri perikanan nasional, tetapi juga memperluas lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tim kementerian transmigrasi

Report: Sudirlam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *