banner 728x250

Pelabuhan Baai Bengkulu, Dosa Lama yang Terabaikan

KOTA BENGKULU | POROSNUSANTARA.COM.- Pelabuhan Baai di Bengkulu sejatinya menyimpan potensi besar sebagai gerbang logistik dan perdagangan di pesisir barat Sumatera. Sayangnya, pelabuhan ini terus mengalami pendangkalan tanpa solusi nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Kondisi ini bukan sekadar masal
ah teknis, tetapi cerminan dari pengabaian struktural terhadap daerah yang tidak dianggap strategis secara nasional.

Pendangkalan yang terjadi secara terus-menerus berdampak langsung pada aktivitas bongkar muat. Kapal-kapal besar enggan bersandar, biaya logistik membengkak, dan investor urung datang. Akibatnya, Bengkulu kembali kehilangan peluang emas untuk tumbuh lewat jalur maritimnya sendiri.

Hal ini di sampaikan salah satu tokoh nasional masyarakat Provinsi Bengkulu yang juga ketua umum DPP Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Ir.H. Indra Utama,M.PWK  kepada porosnusantara.com 06/05/2025 menurut Indra Utama salah satu akar persoalan adalah minimnya perhatian dari pemerintah pusat, Anggaran pengerukan yang semestinya rutin, nyaris tak pernah menyentuh pelabuhan ini. Padahal, jika pemerintah serius dengan agenda pemerataan pembangunan, Pelabuhan Pulau Baai seharusnya masuk daftar prioritas. Bukankah semangat Nawacita dulu menekankan membangun dari pinggiran. Ujarnya

Masih menurut Indra Utama , Tak kalah penting, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di Bengkulu harus lebih keras menyuarakan urgensi ini, Tidak cukup hanya mengeluh di media, harus ada langkah konkret semisal menyusun proposal teknis, melobi kementerian terkait, hingga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta.

Kita tak bisa terus menyalahkan sejarah atau anggaran, Saatnya bergerak. Pelabuhan Pulau Baai terlalu berharga untuk terus terpendam oleh lumpur ketidakpedulian “.

Di sisi lain pandangan berbed
a di sampaikan oleh ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Cabang Bengkulu Drs Yuharuddin,M.SI, persoalan pendangkalan sesungguhnya pelabuhan Samudra Pulai Bai adalah tempat berlabuhnya kapal dan sarana transportasi laut utama bagi Warga Enggano beserta sarana angkut hasil pertanian bagi para petani , dan pada dasarnya pelabuhan samudra Pulau Bai Pengelolaannya kewenangan penuh PT. Pelindo Bengkulu apa yang diperjuangkan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan tentang peemaslaahan pendangkalan Pelabuhan Samudra Pulau Bai yang telah disampaikan kepada pimpinan Pelindo Cabang Bengkulu dan Direktur Utama Pelindo telah maksimal bagaimana tanggungjawab PT. Pelindo terhadap pendangkalan Pelabuhan Samudra Pulau Bai. Masih menurut Yuharuddin bila PT. Pelindo tidak siap mengeruk pendangkalan Samudra Pulau Bai serahkan saja pengelolaan samudra pelabuhan ke Propinsi Bengkulu

AIPI Cabang Bengkulu imbuh Yuharuddin meminta Kepada PT. Pelindo hendaknya tetap mengedepankan kepentingan publik dan peka terhadap nasib rakyat yang menggantungkan alat teransportasi pokok melalui Pelabuhan Samudra Pulau Bai, mengingat Peĺabuhan Samudra Pulau Bai adalah transportasi laut angkutan hasil tambang, pertanian BBM dan lain lainnya ke luar Provinsi yang mempengaruhi roda perekonomian masyarakat Provinsi Bengkulu. Tutup Yuharuddin (Susyanto)

Penulis: SusyantoEditor: Darman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *