Pemuda Desa Sukarami Bengkulu BENGKULU SELATAN | POROSNUSANTARA.COM, 17 MARET 2026 – Gogo Winaldo (panggilan akrabnya Gogo), Pemuda berusia 23 tahun asal Desa Sukarami, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, berhasil membuktikan bahwa impian menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan hanya milik mereka yang memiliki biaya besar. Anak kedua dari pasangan Anuar (50 tahun) dan Mariana (45 tahun) ini baru saja dinyatakan lulus seleksi penerimaan Calon Tamtama TNI Angkatan Darat (AD) tingkat pusat, yang diumumkan pada hari ini, 17 Maret 2026.
PULANG MERANTAU, SEGERA JALANI PROSES SELEKSI
Belum genap satu bulan pulang dari merantau selama lebih kurang tiga tahun di Malaysia sebagai pekerja sektor konstruksi, Gogo melihat informasi penerimaan Calon Tamtama TNI AD melalui akun media sosial. Memanfaatkan usianya yang masih memenuhi batas maksimal 24 tahun, ia langsung mengambil langkah untuk mengurus seluruh persyaratan administrasi yang dibutuhkan.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi tes tulis dan fisik, Gogo mengikuti bimbingan belajar (bimbel) khusus penerimaan TNI di Kabupaten Bengkulu Selatan, Karena keterbatasan biaya hidup dan akomodasi, ia menginap di rumah ayah angkatnya, Bapak Wakimin yang kebetulan merupakan pemilik bimbel tersebut.
“Saya tidak bisa membayar uang kos dan biaya makan jika tidak tinggal di rumah Bapak Wakimin. Alhamdulillah beliau menerima saya dengan senang hati dan bahkan memberikan tambahan pembelajaran secara pribadi,” ujar Gogo dengan nada penuh rasa syukur.
Setelah melalui tahap administrasi dan persiapan yang matang, tiba saatnya validasi awal di Markas Komando Rayon Militer (Makorem) Garuda Emas Provinsi Bengkulu.
“Seiring waktu tiba saatnya validasi dan Alhamdulillah dinyatakan lolos. Setelah mengikuti rangkaian seleksi fisik, kesehatan, dan wawancara di tingkat daerah, saya juga Alhamdulillah dinyatakan lulus,” jelasnya.
BERJUANG SEKUAT TENAGA DI PUSAT SELEKSI
Tak lama kemudian, Gogo mendapatkan panggilan untuk melanjutkan proses seleksi ke tingkat pusat di Komando Resimen Induk Calon Tamtama (KORINDOCAT) Radin Inten II, Lampung. Selama hampir dua minggu mengikuti rangkaian tes yang lebih ketat, ia selalu menjaga kondisi fisik dan mentalnya dengan berdoa serta memotivasi diri sendiri.
“Selama mengikuti seleksi di pusat saya selalu berdoa setiap pagi dan malam, serta berjuang sekuat tenaga. Saya sadar saya tidak punya apa-apa selain tekad yang kuat, semangat yang membara, doa dari orang tua serta dukungan saudara-saudara yang selalu mengiringi langkah saya,” ungkap Gogo yang kini siap memasuki tahap pendidikan dasar sebagai calon tamtama.
ORANG TUA BERLINANG AIR MATA BAHAGIA
Ketika ditemui porosnusantara.com di rumah tinggal mereka yang terletak di Dusun II Desa Sukarami, ayah Gogo, Anuar, dan ibu Mariana tak bisa menyembunyikan kegembiraannya, bahkan berlinang air mata bahagia saat menyampaikan rasa syukur.
“Alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki serta kepercayaan kepada anak kami untuk menjadi seorang abdi negara. Bagaimana tidak kami bersyukur – kami tinggal di desa, tidak memiliki apa-apa selain rumah sederhana ini tempat berteduh. Untuk makan saja saya setiap hari harus mencari burung di hutan untuk dijual, kalau tidak menemukan burung saya kerja serabutan seperti meremajakan rumah atau membantu pekerjaan pertanian warga sekitar,” kata Anuar dengan suara sedikit bergetar.
Menurutnya, awalnya keluarga sangat ragu ketika Gogo menyampaikan keinginannya untuk mendaftar TNI.
“Kami khawatir karena tidak punya uang untuk biaya persiapan atau apa saja yang mungkin diperlukan. Bahkan untuk kebutuhan makan sehari-hari saja seringkali sulit,” ujar Mariana haru.
Gogo hanya meminta satu hal dari kedua orang tuanya, hanya minta ijin dan doa dari Bapak dan Mak yaitu Anuar dan Mariana, keduanya tidak menghalangi, bahkan saudara-saudara dari kedua pihak keluarga serta beberapa warga desa juga turut memberikan semangat dan doa untuk kesuksesannya.
“Alhamdulillah ya Allah, anak kami telah Engkau percayai untuk menjadi bagian dari pembela negara. Semoga kedepannya anak kami selalu sehat, kuat, dan tidak ada rintangan untuk menuju pendidikan berikutnya. Semoga dia bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat,” harap Anuar sambil mengusap pundak istrinya. (Sulaiman)














