banner 728x250

Pengusaha Kundari Soroti Dampak Perang Iran–Israel terhadap Ekonomi Nasional

Foto: kantor Ronin Kota Bekasi

BEKASIKOTA|POROSNUSANTARA.COM – Konflik yang terus memanas antara Iran dan Israel menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk para pelaku usaha. Seorang pengusaha nasional, Kundari, S.E. yang memiliki usaha di bidang jasa facility management, disela kesibukanya menyampaikan pandangannya terkait eskalasi perang di kawasan Timur Tengah yang dinilai berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi yang ada di indonesia.

Menurut Kundari, konflik yang terjadi sejak akhir Februari 2026 ini telah berkembang menjadi perang terbuka dengan intensitas tinggi. Serangan udara, rudal, hingga aksi balasan terus terjadi dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur vital.

Perang ini bukan hanya soal geopolitik, tapi juga berdampak langsung pada ekonomi nasional. Jalur perdagangan, harga energi, hingga stabilitas pasar keuangan ikut terpengaruh,” ujar Kundari dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Ia menyoroti bahwa konflik semakin meluas setelah serangan besar-besaran yang melibatkan sekutu Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran menggunakan rudal dan drone ke berbagai target, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer di kawasan Teluk.

Kundari juga menilai, meningkatnya ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz berpotensi mengganggu distribusi minyak dunia. Bahkan, laporan terbaru menunjukkan harga minyak global mengalami lonjakan akibat gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.

Jika konflik ini terus berlanjut, dunia bisa menghadapi krisis energi baru. Ini tentu akan berdampak ke semua sektor, termasuk industri dan UMKM di Indonesia dan akan berujung tentang tinggi nya angka penganguran terbuka,” tambahnya. Lebih lanjut, Kundari mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang, terutama terhadap stabilitas investasi dan nilai tukar mata uang di negara berkembang. Ia menyebut bahwa ketidakpastian global akan membuat investor cenderung menahan ekspansi.

Di sisi lain, Kundari juga mengajak pemerintah dan pelaku usaha di Indonesia untuk mulai mengantisipasi dampak lanjutan dari konflik tersebut, termasuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Indonesia harus siap menghadapi efek domino. Kita perlu memperkuat sektor dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada kondisi global,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, konflik antara Iran dan Israel kini memasuki fase yang semakin berbahaya. Serangan terbaru bahkan menewaskan sejumlah tokoh penting Iran dan memicu aksi balasan ke berbagai negara di kawasan, meningkatkan risiko perang regional yang lebih luas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *