Malang | POROSNUSANTARA.COM – Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui peluncuran program Jembatan Garuda. Kegiatan Video Conference Launching 200 Titik Jembatan Garuda yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Malang, Senin (9/3/2026).
Di wilayah Kodim 0818/Kabupaten Malang-Batu, kegiatan peluncuran dipusatkan di Jembatan Garuda Dusun Turus RT 31 RW 08 Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Acara yang berlangsung mulai pukul 14.29 WIB hingga 17.20 WIB tersebut dihadiri sekitar 100 orang dari unsur TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir, Aster Kasdam V/Brawijaya Kolonel Inf Budi Santoso, Kasrem 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, serta sejumlah pejabat TNI lainnya.
Dari unsur pemerintah daerah hadir Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M, Dandim 0818/Kab. Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, Wakapolres Malang Kompol Bayu Marfiando, para kepala dinas terkait, Camat Sumberpucung, Kapolsek Sumberpucung, hingga Kepala Desa Ternyang Didik Santoso bersama perangkat desa dan masyarakat.
Simbol Percepatan Pembangunan Infrastruktur
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan video conference launching yang menampilkan paparan singkat dari Mayor Czi Wahyu Wuhono Widhi Nugroho, S.H., M.Sc (I.R) selaku Danyon Zipur 5/ABW terkait pembangunan jembatan gantung yang dilaksanakan oleh TNI AD di berbagai wilayah, termasuk di Aceh.
Sebagai simbol peresmian, dilakukan pemotongan pita secara simbolis, dilanjutkan dengan peninjauan jembatan serta kegiatan doorstop bersama awak media. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemberian tali asih kepada perwakilan masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI AD kepada warga di sekitar lokasi pembangunan.
Usai kegiatan awal, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak kemudian bersiap mengikuti video conference bersama Presiden Republik Indonesia yang diikuti oleh berbagai wilayah lokasi pembangunan jembatan.
Target Ribuan Jembatan di Seluruh Indonesia
Dalam laporannya kepada Presiden, KSAD menyampaikan bahwa program pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari target pembangunan 1.072 jembatan di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terpencil yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
“Hari ini kami melaksanakan launching 218 jembatan yang merupakan bagian dari program pembangunan 1.072 jembatan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan mempercepat konektivitas wilayah serta mempermudah mobilitas masyarakat,” ujar KSAD dalam laporannya.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga saat ini 218 jembatan telah berhasil diselesaikan dan siap digunakan masyarakat. Jenis jembatan yang dibangun menyesuaikan kondisi medan di lapangan, di antaranya jembatan perintis, jembatan Bailey, serta jembatan tipe Armco.
Selain pembangunan jembatan, TNI AD juga menjalankan berbagai program pendukung kesejahteraan masyarakat. Di antaranya pembangunan 544 unit sumur bor untuk penyediaan air bersih, serta 272 fasilitas MCK darurat guna meningkatkan sanitasi masyarakat di berbagai wilayah.
Tidak hanya itu, TNI AD juga berkontribusi dalam sektor pendidikan melalui perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan, dengan fokus pada sejumlah provinsi prioritas.
Apresiasi Presiden kepada TNI
Dalam sambutannya melalui video conference, Presiden Republik Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi kepada TNI AD atas keberhasilan membangun ratusan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Presiden menyebut pembangunan tersebut merupakan bukti nyata dedikasi prajurit TNI dalam membantu masyarakat, khususnya di daerah yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses transportasi.
“Peresmian 218 jembatan ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. Ini menunjukkan kesungguhan dan semangat pengabdian prajurit TNI dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Presiden.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur seperti jembatan memiliki peran penting dalam meningkatkan akses pendidikan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat di daerah terpencil.
“Dengan adanya jembatan ini, kita berharap tidak ada lagi anak-anak sekolah yang harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai tanpa sarana yang memadai,” tambahnya.
Presiden kemudian secara resmi meresmikan operasional jembatan-jembatan tersebut dengan mengucapkan, “Dengan mengucap Bismillah, atas nama Negara Kesatuan Republik Indonesia, jembatan 218 secara resmi dibuka.”
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Program Jembatan Garuda dinilai menjadi salah satu wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, TNI AD turut membantu pemerintah dalam pemerataan pembangunan hingga ke pelosok negeri.
Di wilayah Kabupaten Malang sendiri, keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta mempermudah akses pendidikan dan pelayanan publik bagi masyarakat Desa Ternyang dan sekitarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan launching yang berlangsung hingga pukul 17.20 WIB berjalan aman, tertib, dan lancar, dengan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Melalui program Jembatan Garuda, diharapkan konektivitas antar wilayah di Indonesia semakin kuat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok desa demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.














