Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AGAMADAERAH

Tanpa Dukungan Anggaran: Pengurus Masjid Al Muhajirin Keluhkan Beban Tanggung Jawab yang Semakin Berat

169
×

Tanpa Dukungan Anggaran: Pengurus Masjid Al Muhajirin Keluhkan Beban Tanggung Jawab yang Semakin Berat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BENGKULU SELATAN | POROSNUSANTARA.COM – Kondisi keuangan pengelolaan Masjid Al Muhajirin yang berlokasi di Desa Sukarami, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, kini berada dalam keadaan sulit. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Kegiatan (BPK) masjid tersebut, Alwis, saat di temui awak media Porosnusantara.com Selasa 02 Juni 2026 menyampaikan bahwa saat ini mereka sama sekali tidak lagi menerima bantuan dana maupun alokasi anggaran dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Beban terasa semakin berat karena dukungan keuangan juga tidak diperoleh dari pemerintah desa setempat. Menurut penjelasannya, kebutuhan operasional maupun pemeliharaan tempat ibadah ini tidak tercantum dan tidak dialokasikan di dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja desa, sehingga sampai saat ini seluruh keperluan harus dipenuhi sepenuhnya mengandalkan sumbangan sukarela dan kemampuan masyarakat sekitar.

Example 300x600

“Dulu kami masih bisa berharap ada sedikit bantuan, tapi sekarang dari Baznas sudah tidak ada sama sekali. Dari anggaran desa pun kami tidak terdaftar sebagai pihak yang mendapatkan dukungan, jadi jalannya kegiatan dan perawatan masjid sepenuhnya bertumpu pada kemurahan hati warga,” ujar Alwis menceritakan kesulitan yang mereka hadapi sehari-hari.

Di tengah keterbatasan dana tersebut, tanggung jawab dan tugas yang dibebankan kepada pengurus justru terus bertambah dan tidak berkurang. Sebagai pusat kegiatan keagamaan dan tempat berkumpulnya warga, pengurus sering kali diminta perannya dalam berbagai acara adat maupun kegiatan sosial warga. Salah satu tugas yang rutin dilakukan adalah dipanggil untuk memimpin doa atau mengurus urusan ibadah setiap kali ada kegiatan jamuan, syukuran, maupun acara penting yang diadakan oleh masyarakat.

“Setiap ada acara atau jamuan warga, kami selalu dipanggil dan diminta untuk membacakan doa serta menuntun urusan agama. Itu kewajiban kami dan kami senang melayani, namun di sisi lain kami juga harus berpikir dari mana biaya operasional didapatkan, padahal sumber dana kami sangat terbatas,” tambahnya.

Hingga saat ini, para pengurus tetap berusaha menjalankan tugas dan melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya meski berjuang mengatasi keterbatasan dana. Mereka pun menyampaikan harapan agar ke depannya ada perhatian lebih baik, baik dari pihak pengelola zakat maupun pemerintah desa, sehingga keberlangsungan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pusat pembinaan umat dapat terjamin dan berjalan lebih lancar tanpa terbebani masalah keuangan. Sampai berita ini disusun, belum ada keterangan lebih lanjut terkait kemungkinan pemulihan bantuan atau penyisiran anggaran bagi tempat ibadah tersebut. (sulaiman).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *