banner 728x250

Temukan Penadah dan Pengolahan Emas Ilegal di Sukajaya Bogor, Kendaraan Tim Investigasi LPMI Dirusak Massa

SUKAJAYA-BOGOR, JAWA BARAT | POROSNUSANTARA.COM  –  Tim Investigasi Lembaga Prioritas Masyarakat Indonesia (LPMI) bersama awak media investigasi melusuri kembali dugaan lokasi pengolahan emas ilegal yang juga berdekatan lokasinya dengan terduga pelaku penadah, berlokasi di Sipayung Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada hari Minggu (04/01) 2026.

Lokasi penadah telah terpasang cctv di bagian luar dan dalam ruangan, terletak di gang yang hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua, berjarak kurang lebih 500 meter dari jalan raya di Sipayung Kecamatan Sukajaya Bogor, Jawa Barat.

Diketemukan saat klarifikasi, pemilik usaha tersebut nampak berkas bon serta timbangan dan uang tunai. dikatakan oleh yang berjaga dilokasi, pemiliknya bernama NN.

Sementara, berjarak kisar 6 meter, nampak di sebuah gudang terdapat lokasi pengolahan emas ilegal, dan dilokasi bertemu F selaku pekerja.

Gudang pengolahan emas tersebut, yang diduga menjadi simpul penting dalam mata rantai praktik pengolahan emas ilegal yang merugikan konsumen dan limbahnya membahayakan keselamatan publik, dampak bagi pencemaran lingkungan baik dari udara, tanah dan air.

Dalam rangka mendorong pemanfaatan sumber daya alam, upaya pemerintah bertanggung jawab dan berkelanjutan, langkah tegas Negara mesti dikawal dan dimonitoring. Namun, hal tersebut tak berdampak pada pengelolaan tambang emas di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Diketahui, sesuai arahan Menteri ESDM mewujudkan praktik pertambangan yang baik, akan terus memperkuat pengawasan dan penindakan pada praktik pertambangan ilegal.

Sehubungan hal tersebut, Tim Investigasi LPMI dikawal rekan Media menelusuri pengelolaan tambang emas ilegal di Kampung Sipayung Kecamatan Sukajaya berlokasi di Bogor Jawa Barat.

Sebelumnya, Bunga. selaku Ketua LPMI menjelaskan, bahwa informasi tersebut diterima dari narasumber yang enggan disebutkan namamya dan berupaya mengklarifikasi ke lokasi untuk monitoring dan konfirmasi, bersama dengan tim awak media.

Menindaklanjuti, kala di lokasi nampak gudang perlengkapan dan perkakas pendulangan serta suara mesin menyala. selain itu, lokasi terduga pelaku penadah ditemukan tidak jauh.

Selanjutnya, kisar pukul 13.00 wib siang hari pada 4 januari 2026, saat berbincang dengan terduga NN dan F, nampak rombongan massa yang mulai berkerumun di pinggir jalan. Kemudian, situasi menjadi tidak kondusif lantaran, nampak provokasi dari OTK yang di backing oleh Oknum yang berada di kerumunan. Kemudian tim investigasi awak media LPMI, didampingi oleh seorang anggota berperawakan tegab (militer), berupaya membawa tim investigasi ke kantor Polsek Cigudeg.

Namun, massa yang nampak berdatangan berkerumun, bahkan ada yang membawa sajam, melakukan pengrusakan terhadap kendaraan roda empat yang digunakan tim awak media, serta melakukan penimpukan batu ke arah kaca hingga pecah bagian kanan dan belakang agar kena penumpang dalam mobil serta ada yang menendang memukul badan mobil.

Usai insiden tersebut, ungkap Bunga mengemukakan Tim selanjutnya mengarah ke Polsek Cigudeg namun petugas melakukan intimidasi terhadap Tim dan Bunga menghubungi Polres Kabupaten Bogor agar dijemput karena suasana sudah tidak kondusif baik didalam Polsek Cigudeg dan diluarnya massa berdatangan terus, setelah Tim dijemput Petugas Mapolres Kabupaten Bogor untuk membuat Laporan Polisi atas tindakan anarkis masyarakat di Kecamatan Sukajaya.

Tentunya, atas insiden tersebut. saya merasa shock, maka itu akan melanjutkan perkara ini untuk diselesaikan oleh penegak hukum agar para pelaku dijerat dengan hukuman yang setimpal dan untuk Oknum akan di laporkan ke Propam”, jelas Ketua Umum LPMI, Bunga, yang saat ini, tim Investigasi LPMI didampingi Advokat Nancy Yuliana Sanjoto, S.H.

(Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *