BENGKULU SELATAN | POROSNUSANTARA.COM – Minggu, 29 Maret 2026, menjadi hari yang menyedihkan bagi masyarakat Kabupaten Bengkulu Selatan, terutama bagi keluarga korban, setelah wisata pemandian air Lubuk Langkap yang terletak di Kecamatan Air Nipis kembali menelan korban jiwa akibat kejadian banjir mendadak yang disertai kenaikan debit air secara tiba-tiba.
Kejadian yang menimpa dua remaja asal Kelurahan Ibul, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan ini terjadi pada pukul 15.00 WIB. Korban yang terkena musibah adalah Pahli (16 tahun) dan Roskal Hadi Mas (17 tahun), dua orang muda yang sebelumnya berniat untuk bersantai dan mandi di kawasan wisata yang cukup dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai tempat rekreasi air yang menyegarkan.
Sebelum kejadian terjadi, beberapa masyarakat yang sedang berada di sekitar lokasi pemandian telah memberikan peringatan kepada kedua remaja tersebut terkait potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat tanda-tanda awal kenaikan permukaan air. Namun sayangnya, peringatan yang diberikan tersebut tidak mendapatkan perhatian serius dari Pahli dan Roskal Hadi Mas, yang masih tetap melanjutkan niat mereka untuk masuk ke dalam perairan.
Tak butuh waktu lama setelah itu, kondisi perairan yang awalnya tenang tiba-tiba berubah drastis. Air mulai naik dengan sangat cepat dan derasnya arus membuat kawasan yang sebelumnya aman untuk berenang menjadi sangat berbahaya. Dalam keadaan yang penuh kepanikan, Roskal Hadi Mas mengalami kecelakaan ketika ia terpeleset dan terjatuh di sekitar mercu bendung yang menjadi salah satu bagian dari sistem pengatur aliran air di lokasi tersebut.
Melihat temannya dalam bahaya, Pahli dengan tanpa pikir panjang langsung berusaha untuk memberikan bantuan dan menarik Roskal Hadi Mas keluar dari zona bahaya. Namun upaya yang dilakukan Pahli tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan, karena kekuatan arus air yang semakin deras membuatnya sulit untuk menggerakkan tubuh, bahkan hampir membuat dirinya juga terseret jauh ke hilir. Berkat kecepatan berpikir dan bantuan dari beberapa masyarakat yang datang untuk membantu, Pahli akhirnya berhasil menyelamatkan diri dan dapat keluar dari perairan dengan kondisi tubuh yang cukup lelah namun tidak mengalami cedera serius.
Setelah mengetahui bahwa Roskal Hadi Mas masih terjatuh dan terseret arus air, masyarakat sekitar segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan dalam upaya pencarian korban. Tim gabungan yang terdiri dari anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), serta anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Bengkulu Selatan segera merespon panggilan bantuan dan berkumpul di lokasi kejadian mulai pukul 16.00 WIB.
Dukungan yang luar biasa juga diberikan oleh masyarakat setempat yang tidak ragu untuk turut serta membantu proses pencarian, baik dengan memberikan informasi mengenai aliran sungai, maupun dengan secara langsung terlibat dalam operasi pencarian yang dilakukan dengan penuh tekun meskipun kondisi cuaca dan suasana malam yang mulai menjelang tidak terlalu mendukung.
Setelah melakukan pencarian yang intensif selama lebih dari enam jam lamanya, akhirnya tim gabungan berhasil menemukan tubuh Roskal Hadi Mas pada pukul 22.00 WIB. Lokasi penemuan korban berada di bawah jembatan Air Nipis, sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian awal di pemandian air Lubuk Langkap. Sayangnya, ketika ditemukan, kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan lagi.
Setelah melalui proses identifikasi yang dilakukan oleh pihak berwenang, tubuh korban kemudian langsung dievakuasi dari lokasi penemuan untuk di bawa ke rumah sakit terdekat guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga untuk diberikan penghormatan terakhir dan dilakukan proses pemakaman sesuai dengan adat istiadat yang berlaku.
Kejadian tragis ini menjadi pengingat yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat mengenai pentingnya memperhatikan peringatan yang diberikan serta selalu menjaga kehati-hatian ketika berada di sekitar area perairan, terutama pada musim yang cenderung memiliki curah hujan tinggi atau kondisi alam yang dapat berubah dengan sangat cepat tanpa diduga-duga. Bapak Ansari mewakili Pemerintah Desa Suka Maju dan Desa Tanjung Bar juga menyampaikan kesedihan mendalam terkait kejadian ini dan menyatakan bahwa akan melakukan evaluasi serta meningkatkan langkah-langkah keamanan dan sosialisasi mengenai bahaya yang mungkin terjadi kepada setiap pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut ke depannya.(Sulaiman)














