SUBANG, JAWA BARAT | POROSNUSANTARA.COM – Komunitas Gerakan Akhir Zaman (GAZA) yang berjumlah -+ 100.jiwa memisahkan diri dari kehidupan masyarakat pada umumnya dengan sebutan Uzlah dan menamakan tempatnya yang berlokasi di tengah perbukitan bernama Tanah Uzlah Bukit Lebah.
Mereka berusaha hidup mandiri dengan beternak dan bercocok tanam khususnya untuk memenuhi konsumsi sehari-hari. Namun belumb100.% karena masih belanja apa yang dibuuhkan yang mereka belum bisa kelola atau persiapkan sendiri.
Menurut ketua Majelis GAZA, Diki Chandra kehidupan bersama komunitasnya ini sudah berlangsung 5 tahun yang berawal hanya bersama tiga orang temannya yang seiman dan sepaham membuka Tanah UZLAH Lebah Bukit tersebut.
Uzlah Majelis GAZA
Menurut Diki Chandra apa yang dilakukan bersama jamaahnya sesuai dengan apa yang nabi sampaikan.
“GAZA meyakini sesuai dengan apa yang nabi sampaikan, Rasulullah menyampaikan berita gembira kepada kita, bahwa Al Mahdi itu sudah diutus frngan tanda-tanda gempa-gempa dan perselisihan antar umat manusia,” kata Diki, di depan para jamaah dan tim media dari Ikatan Jurnalis Muslim Indonesia (IJMI) yang diketuai Muhammad Harun, Subang, 16/2/2026.
Gempa-gempa, lanjutnya, silahkan teman-teman dari seluruh sisi, dari seluruh ilmu, dari sisi kesaksian, orang-orang yang ahli dalam bidang ini.
Saya punya teman, kata Diki, yang mengatakan memang tidak pernah terjadi sebelumnya, anomali cuaca, anomali alam dan gempa-gempa seseringnya.
Lebih lanjut dipaparkan Diki yang lebih akrab dan senang dipanggil kang Diki ini bahwa perselisihan di beberapa.negara bukan di desa sampai kota kini sudah terjadi hingga disebutkan olehnya perceraian semakin melonjak, perceraian antara rumah tangga sudah mendekati 60 %.
“Jadi perselisihan antara manusia itu sudah terjadi seperti yang nabi sampaikan nabi jadi bukti perselisihanpun sudah kuat,” tegasnya.
Dikipun meyakini dengan bukti yang ada : gempa, perselisihan dan fitnah di muka bumi ini, melalui orang-orang yang memimpikan bahwa sosok seperti digambarkan nabi ada pada diri Muhammad Qosim yang berdomisili di Pakistan semakin menguatkan keyakinan yang bahwa inilah fase akhir zaman.
Melalui fase-fase yang digambarkan nabi dan peristiwa-peristiwa seperti yang digambarkan nabi melalui hadist-hadisnya dan mimpi mubasyirot yang dikumpulkan Majelis GAZA menjadi pijakan Majelis GAZA membentuk perkampungan Uzlah Bukit Madu menghadapi akhir zaman.
Rasulullah SAW bersabda : Risalah dan kenabian telah terputus maka tidak ada Rasul dan Nabi setelahku, Anas berkata : Hal itu memberatkan orang lalu beliau (Rasulullah) bersabda : “Akan tetapi yang ada adalah Mubasyirat,” para sahabat bertanya : Apa yang dimaksud Mubasyirat wahai Rasulullah ?, beliau menjawab: Mimpi seorang muslim adalah salah satu dari bagian sekian kenabian,” (Hadits Jami” At Tarmidzi No.2198).
Rasulullah jika selesai dari sholat subuh.bertanya : Apakah semalam ada seseorang di antara kalian yang bermimpi? , beliau melanjutkan : “Sesungguhnya tidak ada lagi yang tersisa setelahku (kematianku) sesuatu dari kenabian selain mimpi yang benar.(Hadits Sunan Abu Dawud no.4363).
Mimpi dalam Islam
Mengapa mimpi menjadi bagian penting dalam Islam, dilansir sumut.antaranrws (Jumat 18/06/2022) dua ulama ternama Indonesia menjelaskan secara singkat.
“Jangan meremehkan mimpi, karena Nabi Yusuf itu perjalanan hidupnya dalam mimpi, mukzizatnya mentakwilkan mimpi,” demikian dikatakan Habib Novel Alaydrus pada kanal youtube. Ia mengingatkan umat Islam untuk meyakini sebuah mimpi yang diterima Mukmin di akhir zaman.
Ia menegaskan, Nabi Muhammad SAW bersabda mimpi seorang mukmim itu merupakan satu per 46 bagian dari kenabian.
“Kalau kamu meremehkan mimpi seorang Mukmin, maka kamu meremehkan syariat Islam,” kata Habib yang mengelola Majlis Ar-Raudhah di Surakarta.
Mengapa juga mimpi mempunyai kedudukan penting dalam perjalanan hidup manusia ? Karena mimpi itu otoritas Sang Pencipta. Manusia tidak bisa memesan untuk bermimpi sesuai skenario karena mimpi adalah tayangan memori selama manusia tidur.
Harapan Kang Diki.
“Saya ingin bekerjasama (dengan IJMI) bagaimana caranya agar masyarakat sadar bahwa ke depannya manusia dalam situasi penuh penderitaan. Meski pendapat saya ini tak akan dipercaya oleh masyarakat terutama yang ada kaitannya dengan Almahdi,”uca kang Diki.
Menurut hadits Nabi, imbuhnya, ALMAHDI Dibai’ at itu adalah puncaknya penderitaan ummat, itu ujian ini hal yang dilupakan orang. Maka dari itulah saya berharap kita perlu berkolaborasi Karena Peristiwa saat ini yang sedang terjadi adalah suatu rentetan kejadian persiapan menuju pintu gerbang penderitaan ummat, yaitu perang dunia ketiga.
“Akibat perang tersebut terjadi hukum rimba, kelaparan dimana- mana, apalagi Indonesia akan teibat dalam suasana perang itu. Kenapa Indonesia bisa teiat sedangkan Indonesia adalah cs sekali dengan Amerika dan barat,” jelasnya.
“Saya bisa membuktikan dan ternyata betul, saya percaya hal ini bisa terjadi. Perlu dicatat di dalam Pemikiran kita semua, tidak ada satu pun yang pernah berpikir atau memprediksi bawa Amerika akan berperang pada Analis potik manapun, ahli militer manapun akan mengatakan tidak mungkin perang dunia ketiga akan terjadi,” pungkas kang Diki.
(dar).














