JAKARTA, POROSNUSANTARA.COM – Organisasi kemasyarakatan Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi wilayah Daerah Khusus Jakarta memanfaatkan momentum Ramadan 1447 Hijriah untuk mempertegas arah gerak organisasi: memperkuat soliditas internal sekaligus menunjukkan peran nyata di tengah masyarakat. Hal ini tercermin dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Gedung Ikatan Pencak Silat Indonesia, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Senin (16/3/2026).
Mengusung tema “Membentuk Kader GIBAS yang Solid dan Berintegritas”, kegiatan ini tidak sekadar seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi di tengah dinamika sosial ibu kota yang kian kompleks. Kehadiran jajaran pimpinan pusat, termasuk Ketua Umum Roni Romdhoni dan Sekretaris Jenderal Acep Sudrajat, menegaskan pentingnya penguatan struktur hingga ke level daerah.
Acara yang dihadiri ratusan anggota ini disambut langsung oleh Ketua DPD GIBAS DK Jakarta Raden Aria Riefaldhy bersama Komandan Brigade Nane Fajar Prasamapta. Sejak sore hari, lokasi kegiatan dipadati peserta, mencerminkan tingginya mobilisasi internal organisasi.
Dalam sambutannya, Raden Aria Riefaldhy menyoroti tantangan ormas di wilayah metropolitan yang menuntut lebih dari sekadar kekuatan massa. Ia menekankan bahwa legitimasi organisasi saat ini sangat ditentukan oleh integritas kader dan kontribusi nyata di ruang publik.
“Jakarta memiliki dinamika sosial yang tinggi. Kader GIBAS tidak cukup hanya solid, tetapi juga harus berintegritas dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan arah organisasi di tengah sorotan publik terhadap peran ormas, yang kerap dikaitkan dengan isu ketertiban sosial. Dalam konteks ini, GIBAS berupaya menampilkan wajah berbeda melalui pendekatan sosial dan keagamaan.
Sebagai bentuk konkret, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen organisasi untuk tidak hanya berorientasi pada penguatan internal, tetapi juga hadir dalam isu kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat.
Di sisi lain, kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan, termasuk perwakilan dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, mencerminkan adanya upaya membangun sinergi antara ormas dan negara. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial, terutama di momentum Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan khidmat, diawali dengan tausiyah yang menekankan pentingnya keseimbangan antara keimanan dan kepedulian sosial. Santunan anak yatim diserahkan secara simbolis menjelang waktu berbuka, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Lebih dari sekadar agenda rutin, kegiatan ini menjadi sinyal bahwa GIBAS DK Jakarta tengah berupaya memperkuat legitimasi sosialnya. Di tengah meningkatnya ekspektasi publik terhadap peran ormas, konsolidasi berbasis nilai integritas dan aksi sosial menjadi langkah strategis untuk menjaga relevansi organisasi di ruang publik.
Dengan langkah tersebut, GIBAS DK Jakarta tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai kekuatan organisasi, tetapi juga sebagai aktor sosial yang dituntut berkontribusi nyata bagi masyarakat ibu kota.
(Ayu Andriani)














