KOTA BENGKULU | POROSNUSANTARA.COM – Kasus dugaan keterlibatan seorang oknum anggota DPRD Kota Bengkulu dalam pesta narkoba kian menyita perhatian publik. Setelah sebelumnya dikabarkan sempat diamankan aparat, kini beredar sejumlah foto yang diduga memperlihatkan momen penangkapan yang bersangkutan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi di kawasan pintu Tol Bengkulu–Taba Penanjung pada Kamis (19/3/2026) sore. Dalam dokumentasi yang beredar luas, tampak seorang pria yang disebut-sebut sebagai oknum anggota dewan tengah diamankan oleh aparat gabungan di lokasi tersebut.
Penindakan itu diduga melibatkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu, dengan dukungan dari Polda Bengkulu serta unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kehadiran aparat gabungan dalam proses pengamanan juga terlihat dalam foto yang beredar di tengah masyarakat.
Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang terkait identitas, kronologi pasti, maupun status hukum dari oknum yang diamankan tersebut.
Yang menjadi sorotan, hanya berselang sehari setelah kabar penangkapan mencuat, oknum tersebut dikabarkan telah kembali ke kediamannya. Pada Sabtu (21/3/2026), ia disebut sudah berada di rumah dengan kondisi fisik yang terlihat lelah, bahkan dikabarkan bermata sembab.
Di sisi lain, publik juga dihebohkan dengan beredarnya pesan WhatsApp yang diduga dikirim oleh yang bersangkutan. Dalam pesan singkat itu tertulis, “Aman-aman aja kita bang,” yang dikirim sekitar pukul 08.17 WIB.

Rangkaian kejadian ini memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana seseorang yang diduga diamankan dalam kasus narkoba bisa kembali ke rumah dalam waktu singkat tanpa adanya penjelasan resmi.
Saat dikonfirmasi sebelumnya, Kasatreskoba Polresta Bengkulu AKP Jhoni Manurung mengaku belum memantau langsung peristiwa tersebut dan menyebut kemungkinan penanganannya berada di tingkat Polda. Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Ichsan Nur juga belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.
Minimnya informasi resmi dari aparat penegak hukum semakin memunculkan tanda tanya publik terkait transparansi penanganan kasus ini. Dugaan adanya kejanggalan pun mulai mencuat.
Masyarakat kini mendesak agar pihak terkait segera memberikan klarifikasi terbuka, termasuk mengenai kronologi penangkapan, barang bukti yang diamankan, serta status hukum oknum anggota DPRD tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pewarta masih terus berupaya mengonfirmasi dan menghimpun informasi lanjutan.
Sementara itu di tempat terpisah ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Bersatu (ABRI-1) Provinsi Bengkulu Ujang Mulkati,M.Pd kepada porosnusantara.com 22/03/2026 memberikan tanggapan , kasus ini sudah menjadi isu publik dan di perbincangkan di tengah tengah masyarakat ,selayaknya aparat penegak hukum membuka kasus ini dengan terang benderang agar publik tidak bertanya tanya dan berprasangka apalagi kasus ini melibatkan institusi dewan
“Sudah selayaknya aparat penegak hukum membuka kasus ini ke publik untuk apa di tutup tutupi , apalagi di duga pelaku nya adalah tokoh publik anggota dewan yang terhormat, jelas ini menambah kepercayaan masyarakat kepada institusi dewan semakin berkurang jika kasus ini terus di tutupi” tegas Ujang Mulkati (Susanto)















