BEKASI | POROSNUSANTARA.COM – SDIT dan SMPIT Nurjali sukses menyelenggarakan kegiatan Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Tartil serta Tahfidz Juz 29 dan 30 untuk angkatan ke-3 (2/5/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan dihadiri para tamu undangan, tokoh pendidikan, pengurus yayasan, serta wali murid yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Acim Felany, M.Pd selaku Pengawas Bina SDIT Nurjali dari Dinas Pendidikan, Dedi Iskandar, S.Pd (Trainer Ummi Bekasi sekaligus Ketua Ummi Korda Karawang), Abah Sudilham dan H. Ena Rohana (penasihat Yayasan Nurjali), Jaja Subagja, S.Pd (pembina yayasan), Riska, S.Pd (ketua yayasan), Agung Hermawan Leriyanto (direktur yayasan), Erika Diana Suhartini, S.Pd.SD, Gr (Kepala SDIT Nurjali), serta Siti Elin Karlina, S.T, Gr (Kepala SMPIT Nurjali).

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Iskandar, S.Pd menyampaikan pentingnya pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi. Ia menjelaskan bahwa metode ini menekankan pembelajaran yang terstruktur, tartil, dan berulang, dengan fokus pada ketepatan makhraj, tajwid, serta pemahaman makna dasar.
“Metode Ummi mengajarkan nilai-nilai seperti tahlil dan tahmid melalui pendekatan yang mudah, menyenangkan, dan menyentuh hati. Pendekatan ini juga meniru bahasa ibu, yakni dengan kasih sayang dan praktik langsung membaca Al-Qur’an secara tartil,” ujarnya.
Ia juga memaparkan tahapan pembelajaran dalam Metode Ummi yang terdiri dari tahap Tahmil (pembinaan awal), Tahlil (analisis bacaan), dan Tartil (pembiasaan membaca secara benar). Selain itu, setiap sesi pembelajaran dilakukan melalui tujuh langkah sistematis, mulai dari pembukaan hingga penutup, guna memastikan pemahaman siswa secara menyeluruh.
Sebagai bagian dari evaluasi akhir, para siswa mengikuti munaqosah, yakni ujian komprehensif yang mencakup aspek fashohah (kefasihan), tartil, tajwid, gharib (bacaan khusus), serta hafalan Al-Qur’an, khususnya Juz 30. Siswa yang dinyatakan lulus kemudian mengikuti prosesi wisuda Imtihan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka.

Direktur Yayasan Nurjali, Agung Hermawan Leriyanto, menyampaikan bahwa pelaksanaan imtihan ini telah memasuki tahun ketiga. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah akhir dari proses belajar Al-Qur’an.
“Imtihan ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Kami berharap para siswa terus menjaga dan menguatkan hafalan yang telah diperoleh,” ungkapnya.
Pada pelaksanaan kali ini, sejumlah siswa berhasil menyelesaikan hafalan Juz 29 dan Juz 30. Pihak yayasan pun berharap seluruh siswa, baik yang mengikuti imtihan maupun tidak, tetap memiliki semangat belajar yang tinggi.
“Belajar tidak terbatas pada jenjang pendidikan formal saja, melainkan berlangsung sepanjang hayat. Selama kita masih mampu belajar, maka kewajiban itu tetap ada,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen SDIT dan SMPIT Nurjali dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya mampu membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.



















