JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM – Pimpinan Daerah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PD IGRA) Jakarta Utara sukses menggelar kegiatan AKSERA RA yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal bertema “Membangun Kreativitas dan Karakter Religius Anak melalui Seni, Olahraga dan Nilai Keagamaan” di Pasar Seni Ancol, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri sekitar 500 guru dari berbagai lembaga Raudhatul Athfal (RA) se-Jakarta Utara. Acara ini merupakan penggabungan dua agenda besar yang sebelumnya sempat mengalami penundaan.
Ketua PD IGRA Jakarta Utara, Hj. Subur Sutrismi, M.Pd., menyampaikan bahwa penundaan tersebut justru membawa hikmah karena mampu menghadirkan peserta dalam jumlah yang lebih besar.
“Alhamdulillah, hikmah di balik penundaan kegiatan ini sangat luar biasa. Hari ini kami dapat mengumpulkan hampir 500 guru sekaligus di Ancol. Biasanya sangat sulit mengumpulkan guru dalam jumlah sebesar ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Halal Bihalal pasca-Idulfitri menjadi penyemangat baru bagi para guru untuk kembali menjalankan tugas mendidik anak usia dini dengan penuh kegembiraan dan kasih sayang.
“Setelah Idulfitri, guru-guru memiliki semangat baru untuk mendidik anak-anak dengan penuh kesenangan dan kegembiraan, menjadi guru yang menyenangkan dan selalu dinantikan oleh anak didik,” lanjutnya.
PD IGRA Jakarta Utara sendiri merupakan organisasi yang menaungi para guru Raudhatul Athfal (RA) di bawah Kementerian Agama, dengan jumlah anggota sekitar 800 guru.
Dalam kegiatan AKSARA RA yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 120 RA dari total 160 RA di Jakarta Utara turut berpartisipasi. Sebanyak 410 peserta mengikuti perlombaan yang terdiri dari 11 cabang lomba.
Pada kesempatan yang sama, PD IGRA Jakarta Utara juga meluncurkan program Rumah Tahfiz sebagai terobosan dalam membina anak-anak berprestasi dalam menghafal Al-Qur’an sejak usia dini. Program ini telah berjalan selama tiga bulan dan saat ini membina sekitar 30 santriwan dan santriwati dari berbagai sekolah di Jakarta Utara.
Peluncuran Rumah Tahfiz tersebut dilakukan oleh perwakilan Kantor Kementerian Agama Jakarta Utara, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Samsurial.
Menurut Hj. Subur Sutrismi, program ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan nilai-nilai keagamaan.
“Kami berharap guru-guru Jakarta Utara menjadi guru yang berkualitas, berdedikasi, inovatif, kreatif, dan memiliki keterampilan yang baik agar dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi perkembangan anak-anak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Agar anak-anak kelak menjadi pemimpin Indonesia yang baik, jujur, amanah, dan bertanggung jawab,” pungkasnya. (jul/red)














