KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM – Tahun 2026 menjadi momentum bersejarah dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia. Untuk pertama kalinya, pelaksanaan ibadah haji berada di bawah naungan Kementerian Haji dan Umroh, yang sebelumnya ditangani oleh Kementerian Agama. Momentum tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Asrama Haji Kota Bekasi.
Dalam kegiatan tersebut, H. Rian Fauzi selaku Kabid Pembinaan embarkasi Kota Bekasi bersama jajaran petugas PPIH dan para jemaah menyampaikan pentingnya sinergi antarpetugas guna memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.
H. Rian Fauzi menjelaskan bahwa tahun ini merupakan tonggak sejarah baru bagi penyelenggaraan ibadah haji nasional. Dengan terbentuknya Kementerian Haji dan Umroh, diharapkan pelayanan kepada jemaah semakin fokus, profesional, dan sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tahun ini adalah tahun yang bersejarah, karena untuk pertama kalinya penyelenggaraan ibadah haji dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umroh. Kami berharap dengan adanya kementerian ini, pelayanan haji semakin baik dan sesuai dengan prioritas yang telah ditentukan,” ujar Rian Fauzi.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, Petugas PPIH Embarkasi Asrama Haji Kota Bekasi juga melakukan konsolidasi dan pembinaan kepada para petugas kloter, ketua regu (karu), dan ketua rombongan (karom). Seluruh petugas dihimbau agar senantiasa membangun koordinasi yang solid demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para jemaah.
“Para petugas kloter ini harus bersinergi agar jemaah merasa aman, nyaman, dan bisa terlayani dengan baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan kepada seluruh petugas agar menjalankan tugas dan fungsi masing-masing secara maksimal, terutama dalam hal koordinasi selama proses pemberangkatan dan saat jemaah berada di asrama haji.
“Kami menekankan kepada para petugas untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik serta terus berkoordinasi ketika jemaah masuk asrama haji,” tambahnya.

PPIH Kota Bekasi terus berupaya memastikan seluruh aktivitas jemaah dapat terpantau dengan baik sehingga pelayanan menjadi lebih tertib, terarah, dan terkontrol. Selain itu, PPIH juga mengusung tagline pelayanan “Ramah Lansia, Ramah Perempuan, dan Ramah Disabilitas”.
Hal tersebut menjadi perhatian khusus mengingat jumlah jemaah perempuan pada musim haji tahun ini lebih banyak dibandingkan laki-laki. Selain itu, pelayanan khusus juga disiapkan bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Kami menekankan kepada seluruh petugas agar benar-benar menjalankan fungsinya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah,” tegas Rian Fauzi.
Dalam kesempatan tersebut, Embarkasi Asrama Haji Kota Bekasi juga menyampaikan tiga prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Prioritas pertama adalah sukses penyelenggaraan, yakni memastikan seluruh proses ibadah haji berjalan lancar sejak keberangkatan hingga kepulangan jemaah ke tanah air tanpa kendala berarti.
Prioritas kedua adalah sukses ekosistem ekonomi. Penyelenggaraan ibadah haji diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat karena besarnya perputaran anggaran dalam sektor haji.
Sementara prioritas ketiga adalah sukses peradaban, yaitu harapan agar seluruh jemaah yang kembali ke tanah air memperoleh predikat haji mabrur dan mampu membawa perubahan positif di tengah masyarakat.
“Tentu ketika jemaah haji sudah mabrur, tingkat kesolehan sosial masyarakat akan meningkat,” ujar Rian Fauzi.
Ia menambahkan, nilai-nilai ibadah haji diharapkan mampu membentuk masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan sosial, lebih mencintai bangsa dan tanah air, serta memiliki kepedulian yang lebih tinggi terhadap sesama.
“Peradaban masyarakat juga akan menjadi lebih baik, lebih mencintai bangsa dan tanah air kita, serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya.



















