Malang | POROSNUSANTARA.COM – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang menunjukkan semangat persatuan dengan mengerahkan sekitar 1.000 pesilat dari 22 perguruan pencak silat untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kecamatan Pakis, Jumat (17/7/2026). Kehadiran Presiden dalam rangka menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh menjadi momentum kebersamaan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga besar pencak silat.
Ketua Pengurus Harian IPSI Kabupaten Malang, Santosa, S.H., mengatakan seluruh perguruan yang tergabung dalam IPSI menyambut antusias undangan untuk berpartisipasi dalam penyambutan Presiden RI.
“Kurang lebih kami menurunkan sekitar seribu orang dari 22 perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Malang. Alhamdulillah semuanya bisa ikut berpartisipasi menyukseskan kunjungan Bapak Presiden RI,” ujar Santosa.
Menurutnya, kehadiran ribuan pesilat tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara, tetapi juga menjadi bukti bahwa seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Malang mampu menjaga persatuan, kekompakan, dan keamanan daerah.
Santosa berharap kegiatan yang mempertemukan berbagai perguruan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, semakin sering para pesilat bertemu dalam kegiatan positif, maka hubungan persaudaraan antarperguruan akan semakin erat.
“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut. Kalau sering dipertemukan, kekompakan dan kerukunan antarperguruan akan semakin meningkat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa situasi di Kabupaten Malang selama ini relatif aman karena komunikasi antarpengurus, pelatih, maupun anggota dari berbagai perguruan pencak silat berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, Kabupaten Malang relatif aman. Antarperguruan maupun para muridnya bisa berkomunikasi dengan baik sehingga suasana tetap kondusif,” pungkas Santosa.
Keterlibatan ribuan pesilat dalam penyambutan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menjadi cerminan bahwa pencak silat tidak hanya berperan sebagai olahraga dan seni bela diri, tetapi juga menjadi perekat persatuan serta mitra dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan masyarakat di Kabupaten Malang.



















