banner 728x250

ABRI-1 Bengkulu Menyoroti Program MBG di Bulan Ramadhan, Ujang Mulkati ; Ini tidak Mendidik.

KOTA BENGKULU | POROSNUSANTARA.COM – Polemik program pemerintah pusat Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin hari semakin banyak mendapat respon dari berbagai kalangan, akademisi, tokoh politik, bahkan kelompok kelompok organisasi kemasyarakatan, Proyek yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah pusat ini terus mendapat tanggapan beragam, pro dan kontra atas progam MBG ini tidak bisa di hindari satu sisi pemerintah ingin menghadirkan pelayanan yang baik bagi bangsa dan negara dengan memperhatikan nilai gizi anak anak didik, disisi lain kekurangan dan kelemahan menghiasi program yang memberikan estimasi keuntungan 30% kepada para pelaku usaha, sehingga tidak sedikit pada akhirnya menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat khususnya para pelajar dan orang tua bahkan tidak sedikit yang berujung Kematian dengan kasus keracunan makanan yang bersumber dari program makan bergizi gratis ini.

Menanggapi polemik tersebut adalah ketua ormas Amanah Bangsa Rakyat Indonesia Bersatu (ABRI-1) Dewan Pengurus Provinsi Bengkulu Ujang Mulkati,M.Pd ,kepada porosnusantara.com 25/02/2026, Ujang Mulkati memberikan kritikan cukup pedas , menurutnya progam makan bergizi ini seharusnya di kaji ulang lagi oleh bapak presiden Prabowo betapa tidak anggaran yang di alokasikan berkisar Rp.15.000,- sangat jauh berbeda realisasinya di lapangan , di duga banyak mark up yang dilakukan oleh Unit pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terbukti banyak di temukan makanan yang beredar di sekolah sekolah nilainya bahkan ada yang di bawah Rp.10.000,- belum lagi permasalahan lain soal kualitas makanan dan pengelolaanya , masih banyak di temukan makanan yang tidak layak konsumsi dan tidak higienis

Kepada bapak Presiden Prabowo,agar program MBG ini di kaji ulang kebijakannya karena jelas jelas banyak menguntungkan pihak pengusaha saja dan mengorbankan anak anak bangsa yang nantinya akan menjadi tulang punggung penerus perjuangan bangsa ini ” tegas Ujang mulkati

Belum selesai Masalah kualitas dan pelayanan yang di lakukan para pengelola MBG, Sekarang muncul kebijakan baru lagi khusus di bulan Ramadhan ini anak anak di paksa tetap menerima MBG meskipun dalam bentuk menu kering alias bisa di bawa pulang untuk di konsumsi setelah berbuka , namun kebijakan ini jelas tidak mendidik terutama bagi anak anak muslim di negeri ini dimana mereka bulan Ramadhan ini di latih untuk menahan diri dari makan dan minum serta perbuatan yang membatalkan ibadah puasa tapi dengan di berikan makanan saat mereka sedang berpuasa jelas kebijakan ini akan berpengaruh terhadap mental dan semangat berlatih yang di tanamkan anak anak muslim sejak dini

Kenapa MBG masih di bagikan di ramadhan..??

Di lanjutkan oleh Ujang Mulkati, Kita berusaha mengajarkan kepada anak anak untuk berpuasa, akan tetapi sampai di sekolah mereka di diberikan menu MBG yang menunya , jeruk kurma, kacang, namanya anak anak ya di kasih makanan, ya di makan, dia gak tahu apakah sedang berpuasa, astaghfirullah” Keluh Ujang Mulkati

Saya sarankan agar kaji ulang progam MBG bulan suci Ramadan, lebih bagus tabungkan saja uangnya di di unit satuan Pangan pengelola Gizi (SPPG) untuk menu sesudah lebaran nanti, atau kasih uangnya ke orang tua anak, saya yakin tidak akan ada orang tuanya korupsi untuk makan anak anaknya”. Pungkas nya

Penulis: Susanto Editor: Darman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *