MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Malang resmi membuka Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Malang Tahun 2026 di GOR Indoor Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Sabtu (5/9/2026).
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, tersebut menjadi momentum penting dalam pembinaan sekaligus penjaringan pesilat muda potensial Kabupaten Malang. Ratusan pesilat dari berbagai perguruan silat turut ambil bagian untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di atas gelanggang.
Pembukaan kejuaraan dihadiri Bupati Malang M. Sanusi bersama jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Malang, Forkopimcam Kepanjen, Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Darmadi, serta Ketua Umum Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang, Zia’ul Haq.
Dalam sambutannya, Bupati Malang M. Sanusi memberikan apresiasi kepada IPSI Kabupaten Malang dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kompetisi tersebut.
Menurut Sanusi, kejuaraan pencak silat tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga bagian penting dari sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
“Prestasi besar selalu diawali dengan proses pembinaan yang panjang, disiplin latihan, dukungan pelatih yang kompeten, pengalaman bertanding, serta mental yang kuat. Oleh karena itu, pembinaan atlet sejak usia dini menjadi sesuatu yang sangat penting,” ujar Sanusi.
Ia menegaskan, pencak silat memiliki posisi strategis karena tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya bangsa yang mengajarkan kedisiplinan, keberanian, sportivitas dan budi pekerti luhur.
Sementara itu, Ketua IPSI Kabupaten Malang Zia’ul Haq mengatakan, Bupati Cup 2026 merupakan bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dengan insan pencak silat dalam menjaga sekaligus mengembangkan budaya Nusantara.
“Kejuaraan ini bukan hanya mencari juara, tetapi bagaimana kita menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini,” jelasnya.
Zia’ul Haq menyebut, terdapat tiga misi utama yang ingin dicapai melalui Bupati Cup 2026. Pertama, menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan menghadapi berbagai jenjang kejuaraan, mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, hingga tingkat nasional.
Kedua, mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarpesilat serta seluruh perguruan silat di Kabupaten Malang. Ketiga, menciptakan ruang kompetisi yang sehat untuk mengasah mental dan pengalaman bertanding generasi muda.
Dukungan terhadap kejuaraan tersebut juga disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang Darmadi. Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.
“Terus jaga sportivitas. Kemenangan sejati lahir dari kejujuran dan rasa hormat di atas gelanggang,” tegas Darmadi.
Pembukaan Bupati Cup 2026 ditandai secara resmi oleh Bupati Malang. Semangat para peserta dan seluruh hadirin semakin berkobar setelah acara ditutup dengan pembacaan pantun yang membakar motivasi para pesilat muda.
Melalui kejuaraan tersebut, IPSI dan Pemerintah Kabupaten Malang berharap lahir generasi pesilat yang tidak hanya memiliki kemampuan teknik dan prestasi, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin dan menjunjung tinggi sportivitas.
Para pesilat terbaik dari ajang Bupati Cup 2026 diharapkan mampu menjadi kekuatan baru Kabupaten Malang untuk bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.































