BILATO | POROSNUSANTARA.COM — Nestapa di usia senja harus dialami oleh Ibu Maisara Matulu (66), seorang janda lanjut usia (lansia) di Desa Bilato.
Di sisa usianya, ia terpaksa tinggal di rumah dengan kondisi dapur yang sangat tidak layak.
Ironisnya, hingga saat ini, ia mengaku sama sekali belum pernah tersentuh oleh program bantuan dari pemerintah.
Kondisi memprihatinkan ini memicu desakan agar Pemerintah Daerah (Pemda) segera turun tangan dan melihat langsung penderitaan yang dialami warga tersebut.
Saat diwawancarai oleh awak media melalui via WhatsApp, Sabtu (13/6/2026), Ibu Maisara tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya atas kondisi ekonomi dan tempat tinggalnya yang kian memburuk.
“Saya tinggal di rumah yang dapurnya sudah tidak layak huni. Di usia senja begini, saya hanya bisa meratapi nasib,” ujar Maisara dengan nada lirih.
Sebagai seorang janda yang tidak lagi memiliki penghasilan tetap, Ibu Maisara seharusnya menjadi prioritas untuk mendapatkan jaminan sosial atau bantuan renovasi rumah dari program pemerintah.
Namun, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik.
Ia pun mengetuk pintu hati para pemangku kebijakan di daerah agar bersedia memberikan uluran tangan demi kelangsungan hidupnya.
“Saya tidak pernah mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah. Sekarang saya hanya sangat mengharapkan belas kasihan dan perhatian dari pemerintah daerah,” pungkasnya penuh harap.
Masyarakat setempat berharap informasi ini segera direspons oleh dinas terkait, baik Dinas Sosial maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, agar Ibu Maisara mendapatkan haknya sebagai warga negara yang membutuhkan.
(Ahmad Taliabu).



















