Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
SOSIAL

Diduga ‘Buta dan Tuli’ terhadap Warga Miskin, Kades Bilato Gorontalo Didesak Dievaluasi Dinas Sosial.

×

Diduga ‘Buta dan Tuli’ terhadap Warga Miskin, Kades Bilato Gorontalo Didesak Dievaluasi Dinas Sosial.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BILATO GORONTALO | POROSNUSANTARA.COM – Sejumlah masyarakat miskin di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, mengecam keras kinerja Kepala Desa (Kades) setempat.

Warga menilai kades terpilih tidak memiliki kepekaan sosial terhadap penderitaan rakyat, hingga mengibaratkannya secara kiasan sebagai sosok yang “buta dan tuli” karena mengabaikan jeritan warga miskin yang membutuhkan bantuan.

Example 300x600

Keluhan tersebut memicu desakan kuat dari masyarakat agar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gorontalo segera turun tangan dan memeriksa langsung kondisi di lapangan.

Diduga Salah Pilih Pemimpin
Berdasarkan keluhan yang disampaikan oleh warga, ada kekecewaan mendalam atas hasil pemilihan kepala desa yang lalu.

Kepemimpinan saat ini dinilai gagal dalam mendistribusikan keadilan sosial dan program pengentasan kemiskinan bagi warganya sendiri.

Warga menggunakan kiasan “cacat fisik, buta, dan tuli” sebagai bentuk kritik tajam atas ketidakpedulian pihak pemerintah desa.

Kades dinilai sengaja menutup mata dari pemandangan banyaknya warga yang masih terpaksa mendiami bangunan atau rumah tidak layak huni (RTLH).

Pihak desa juga dituding menutup telinga dari tangisan serta jeritan ekonomi masyarakat bawah.
Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran
Kekecewaan warga memuncak karena banyak masyarakat miskin di Desa Bilato yang mengaku sama sekali belum pernah menyentuh atau mendapatkan program bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Program-program vital kemiskinan yang diduga mandek atau tidak tepat sasaran tersebut meliputi:

Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH Khusus Lansia
Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Program bantuan sosial kedaruratan lainnya
Pernyataan Menohok dari Warga
Saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi pada Jumat (26/06/2026), salah seorang perwakilan warga Desa Bilato mengungkapkan kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh masyarakat setempat terhadap kepemimpinan kepala desa saat ini.

“Kami merasa telah salah memilih pemimpin. Ternyata setelah menjabat, Kepala Desa kami seperti orang yang cacat fisik—dia buta dan tuli. Dia tidak bisa melihat kami yang tinggal di gubuk reyot tak layak huni ini, dan telinganya tersumbat hingga tidak pernah mendengar tangisan serta jeritan kelaparan masyarakatnya sendiri. Banyak dari kami, termasuk para lansia yang harusnya dapat PKH Lansia, BLT, atau bantuan bedah rumah, justru tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali. Dinas Sosial harus segera turun tangan melihat ketidakadilan ini!” ujar warga dengan nada kecewa.

Kades Bilato Bungkam Saat Dikonfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Bilato memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi mengenai tudingan warga tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media melalui sambungan pesan WhatsApp pada Jumat (26/06/2026). Namun, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak mendapatkan jawaban sama sekali, dan status pengiriman padaDiduga ‘Buta dan Tuli’ terhadap Warga Miskin, Kades Bilato Gorontalo Didesak Dievaluasi Dinas Sosial. aplikasi WhatsApp hanya menunjukkan centang satu (tidak aktif atau tidak terkirim).

Mendesak Tindakan Cepat Dinas Sosial
Melihat carut-marut tata kelola bantuan dan dugaan pengabaian di tingkat desa, masyarakat mendesak Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo untuk segera melakukan evaluasi,

validasi data ulang, serta turun langsung guna mengaudit pendistribusian bantuan sosial di Desa Bilato.

Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar keadilan sosial dapat ditegakkan, dan hak-hak masyarakat miskin tidak lagi terabaikan oleh kebijakan sepihak dari oknum pemerintah desa.

Pewarta: Ahmaad Tuliabu

desakan kuat dari masyarakat agar Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gorontalo segera turun tangan dan memeriksa langsung kondisi di lapangan.

Diduga Salah Pilih Pemimpin
Berdasarkan keluhan yang disampaikan oleh warga, ada kekecewaan mendalam atas hasil pemilihan kepala desa yang lalu.

Kepemimpinan saat ini dinilai gagal dalam mendistribusikan keadilan sosial dan program pengentasan kemiskinan bagi warganya sendiri.

Warga menggunakan kiasan “cacat fisik, buta, dan tuli” sebagai bentuk kritik tajam atas ketidakpedulian pihak pemerintah desa.

Kades dinilai sengaja menutup mata dari pemandangan banyaknya warga yang masih terpaksa mendiami bangunan atau rumah tidak layak huni (RTLH).

Pihak desa juga dituding menutup telinga dari tangisan serta jeritan ekonomi masyarakat bawah.
Bantuan Sosial Tidak Tepat Sasaran
Kekecewaan warga memuncak karena banyak masyarakat miskin di Desa Bilato yang mengaku sama sekali belum pernah menyentuh atau mendapatkan program bantuan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.

Program-program vital kemiskinan yang diduga mandek atau tidak tepat sasaran tersebut meliputi:

Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH Khusus Lansia
Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni Program bantuan sosial kedaruratan lainnya
Pernyataan Menohok dari Warga
Saat diwawancarai oleh wartawan di lokasi pada Jumat (26/06/2026), salah seorang perwakilan warga Desa Bilato mengungkapkan kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh masyarakat setempat terhadap kepemimpinan kepala desa saat ini.

“Kami merasa telah salah memilih pemimpin. Ternyata setelah menjabat, Kepala Desa kami seperti orang yang cacat fisik—dia buta dan tuli. Dia tidak bisa melihat kami yang tinggal di gubuk reyot tak layak huni ini, dan telinganya tersumbat hingga tidak pernah mendengar tangisan serta jeritan kelaparan masyarakatnya sendiri. Banyak dari kami, termasuk para lansia yang harusnya dapat PKH Lansia, BLT, atau bantuan bedah rumah, justru tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali. Dinas Sosial harus segera turun tangan melihat ketidakadilan ini!” ujar warga dengan nada kecewa.

Kades Bilato Bungkam Saat Dikonfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Desa Bilato memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi mengenai tudingan warga tersebut.

Upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media melalui sambungan pesan WhatsApp pada Jumat (26/06/2026). Namun, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak mendapatkan jawaban sama sekali, dan status pengiriman padaDiduga ‘Buta dan Tuli’ terhadap Warga Miskin, Kades Bilato Gorontalo Didesak Dievaluasi Dinas Sosial. aplikasi WhatsApp hanya menunjukkan centang satu (tidak aktif atau tidak terkirim).

Mendesak Tindakan Cepat Dinas Sosial
Melihat carut-marut tata kelola bantuan dan dugaan pengabaian di tingkat desa, masyarakat mendesak Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo untuk segera melakukan evaluasi,

validasi data ulang, serta turun langsung guna mengaudit pendistribusian bantuan sosial di Desa Bilato.

Warga berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius agar keadilan sosial dapat ditegakkan, dan hak-hak masyarakat miskin tidak lagi terabaikan oleh kebijakan sepihak dari oknum pemerintah desa. (Ahmaad Tuliabu)).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *