banner 728x250

Jalan 5 Km Demi Pala, Erdi Surbakti Ingatkan: Inilah Emas yang Dicari Dunia

Foto: Praktisi hukum, Erdi Surbakti, S.H., M.H. (Dok-Istimewa)

JAKARTA, POROSNUSANTARA.COM – Momentum libur Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh praktisi hukum, Erdi Surbakti, S.H., M.H., untuk menyampaikan pesan inspiratif yang mengangkat potensi kekayaan alam Indonesia, khususnya komoditas pala. Hal tersebut disampaikan melalui unggahan video di media sosial pribadi dan status WhatsApp miliknya yang dipantau pada Jumat (27/3/2026).

Dalam video tersebut, Erdi terlihat berada di Desa Lontar, sebuah kawasan yang dikenal memiliki hamparan kebun pala. Dengan latar alam yang asri, ia mengajak masyarakat untuk kembali mengenal dan menghargai nilai historis sekaligus ekonomis dari tanaman pala, yang pernah menjadi komoditas primadona dunia.

“Selamat sore, kita mencoba eksplor kopi pala di Desa Lontar. Di sini kita bisa merasakan bagaimana kondisi alam dengan kebun pala yang dulu terkenal dengan perdagangan VOC,” ujar Erdi dalam video tersebut.

Ia juga menyinggung bagaimana bangsa Eropa pada masa lalu rela menempuh perjalanan jauh dan mempertahankan jalur laut demi mendapatkan rempah-rempah, khususnya pala, yang saat itu memiliki nilai sangat tinggi di pasar internasional.

“Orang-orang Eropa mencari pala ini sampai mempertahankan laut untuk sarana perdagangan. Jadi jangan kaget jika kami hari ini juga mencari kopi pala ini dengan perjuangan berjalan kaki kurang lebih 5 kilometer dari pelabuhan,” tuturnya.

Menurut Erdi, pengalaman tersebut bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan simbol semangat untuk kembali membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap potensi besar sektor perkebunan rempah.

Ia menilai bahwa pala bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga memiliki peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.

“Ini semangat yang perlu kita bangkitkan kembali. Tanamlah pohon pala, karena melalui pala ini kehidupan kita akan menjadi emas. Dulu Belanda katanya mencari emas, padahal yang dicari adalah buah pala,” ucapnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi historis bahwa Indonesia, khususnya wilayah timur Nusantara, pernah menjadi pusat perhatian dunia karena kekayaan rempah-rempahnya. Komoditas pala bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam peta perdagangan global pada masa kolonial.

Di sisi lain, ajakan Erdi juga dinilai relevan dengan upaya pemerintah dalam mendorong penguatan sektor pertanian dan perkebunan berbasis kearifan lokal. Pala, selain memiliki nilai ekonomi, juga berpotensi dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, seperti minyak atsiri, bahan pangan, hingga minuman inovatif seperti kopi pala yang disebutkan dalam unggahan tersebut.

Namun demikian, sejumlah pihak menilai bahwa pengembangan komoditas pala memerlukan dukungan serius, baik dari sisi infrastruktur, akses pasar, maupun pendampingan kepada petani. Tanpa itu, potensi besar tersebut dikhawatirkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Unggahan Erdi Surbakti pun mendapat perhatian dari warganet yang menilai pesan tersebut sarat makna, terutama dalam mengingatkan kembali kejayaan rempah Nusantara sekaligus mendorong semangat kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.

Dengan memanfaatkan momen Idul Fitri, pesan yang disampaikan diharapkan tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga mampu menggugah kesadaran kolektif untuk kembali mengelola dan menghargai kekayaan alam Indonesia sebagai bagian dari identitas dan kekuatan bangsa.

(Ayu Andriani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *