MALANG | POROSNUSANTARA.COM – Kebakaran melanda lahan tebu di Dusun Kasikon, RT 19/RW 05, Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Selasa (22/9/2026). Api membakar lahan hingga sekitar 2 hektare dari total lahan tebu seluas kurang lebih 6 hektare.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 13.45 WIB setelah pemilik lahan, Mat Ropi’i (40), melaporkan adanya kobaran api di area perkebunan tebu. Kondisi cuaca yang panas disertai angin cukup kencang membuat petugas dan warga bergerak cepat untuk mencegah api merembet ke permukiman.
Camat Pakisaji Taufik Nurahman, S.STP., M.AP., bersama jajaran Polsek Pakisaji, Koramil, perangkat Desa Wadung, serta masyarakat langsung menuju lokasi. Sembari menunggu kedatangan mobil pemadam, warga bersama petugas melakukan upaya pengamanan dan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
Sekitar pukul 14.10 WIB, satu unit mobil Damkar Kabupaten Malang dengan delapan personel tiba di lokasi. Petugas kemudian melakukan pembasahan di area yang terbakar untuk menghentikan penyebaran api.
Berkat kerja sama petugas dan masyarakat, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi karena kondisi cuaca panas dan angin kencang berpotensi memicu munculnya kembali titik api.
Setelah dilakukan pemantauan dan dipastikan api benar-benar padam, petugas Damkar bergeser dari lokasi sekitar pukul 15.20 WIB dan meninggalkan lokasi pada pukul 15.25 WIB.
Camat Pakisaji Taufik Nurahman mengatakan, penanganan kebakaran dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur pemerintahan, TNI-Polri, petugas pemadam, relawan, pemilik lahan, hingga masyarakat.
“Alhamdulillah, berkat kebersamaan dan kerukunan seluruh unsur bersama masyarakat, api dapat dipadamkan dan tidak sampai menjalar ke permukiman warga,” ujar Taufik.
Menurutnya, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Faktor cuaca panas dan angin kencang menjadi salah satu kemungkinan yang turut mempercepat penyebaran api, namun hal tersebut masih memerlukan kepastian lebih lanjut.
Kebakaran tersebut menyebabkan tanaman tebu milik petani mengalami kerusakan dan berpotensi menurunkan hasil panen. Kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
Taufik mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, agar meningkatkan kewaspadaan selama kondisi cuaca panas dan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran lahan.
Dalam penanganan kejadian tersebut turut terlibat Camat Pakisaji, Kasi Trantib dan staf, anggota Polsek Pakisaji, anggota Koramil, perangkat Desa Wadung, pemilik lahan, warga masyarakat, Tagana, serta PMI Kabupaten Malang.































