JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM – Polres Metro Jakarta Utara dan Forkopimko Jakarta Utara Ngobrol Pintar (Ngopi) Kamtibmas di RW 06, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Kamis (15/8) malam.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengucapkan terimakasih atas sambutan dari pengurus warga RW 06, Kebon Bawang.
“Terimakasih atas sambuta
nnya, malam ini hampir semua perwakilan pejabat Forkopimko hadir di tengah bapak-ibu sekalian,” kata Gidion.
Ia mengatakan, Ngopi Kamtibmas ini dapat menyatukan perbedaan dan memberikan solusi setiap persoalan sosial.
“Meski singkat, namun penuh makna dan terbangun komunikasi yang aktif di sini,” Ujarnya.
Gidion mengingatkan kepada warga untuk menjaga putra/i dengan cara pendekatan dan intervensi yang tepat.
“Mendidik anak ini membutuhkan treatment khusus, dekati dengan penuh kasih sayang namun dengan tetap memperhatikan intervensi agar tak ada celah bagi mereka untuk melakukan hal-hal yang negatif,” Jelasnya.
“Intervensi keluarga dan lingkungan kita,” Lanjutnya.
Gidion mengingatkan para orang tua untuk tidak membiarkan anak menjadi pelaku ataupun korban bully terutama di lingkungan sekolahnya.
“Buka hati untuk dengar keluhan anak-anak kita, sebab bully tidak boleh dian
ggap sepele. Baru-baru ini kita dengar dampak dari bully dapat membuat seorang mahasiswi Undip nekat bunuh diri,” Bebernya.
Untuk itu, Gidion meng
ingatkan para orang tua untuk mengawasi betul perkembangan putra/inya.
“Awasi betul anak-anak kita, sebab 70
persen perkembangan anak bergantung dari keluarga,” Tukasnya.
Gidion menambahkan, pola didikan sekitar juga turut berpengaruh pada perkembangan anak.
“Penyalahgunaan narkotika juga diperoleh dari tempatnya bergaul, ini lingkaran setan. Sekali masuk susah untuk keluar oleh karena itu intervensi terhad
ap lingkungan itu perlu dilakukan,” Tegasnya.
Gidion menambahkan, ajarkan anak cara hidup bermasyarakat yang baik dan benar. Awasi dan dampingi tumbuh kembang anak-anak.
“Ajarkan me
reka untuk menghitung hari-hari yang penuh kebaikan demi masa depan yang gilang gemilang,” Pungkasnya.
(Sri wulandari)



















