banner 728x250

Samurai Pena Dokter Tifauzia Tyasumma Yang Terkesan Menebas Perhatian Publik

JAKARTA | POROSNUSANTARA.COM  – Dokter Tifauzia Tyassuma menebaskan Samurai Pena “Membedah otak politik Jokowi”, di Larasetta Resto, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2026, acara peluncuran dua buku ini sekalian ditautkan dengan buka puasa bersama sejumlah tokoh. Tampak hadir diantaranya Ustad Sayuti Asyatri, Malam Sabat Ka’ban, Sri Eko Sriyanto Galgendu, Hendri Subiakto, Oegroseno, Slamet Subiakto, Beathor Suryadi, Piter Gonta, Ikhsyanuddin Norsy Priyanto dan sejumlah tokoh nasional mengikuti lelang 10 buku yang dicetak terbatas dengan panduan lelang oleh Refli Harun.

Acara peluncuran buku dan acara buka bersama dimulai dengan konftensi pers yang dipandu Rima Sarita dengan pengantar dari Tifa Tyassuma dan KRT. Roy Suryo serta yang dipungkasi oleh Ricky Gerung.

Pengakuan Tifa Tyassuma sebagai pemilik hak cipta kedua buku yang jeebam dan ketuju yang diluncurkan ini, adalah hasil kerja kelompok peniliti tentang pikirannya yang dianggap oleh para “termul” memiliki ilmu ghaib.

Tolak pijaknya beranjak dari laporan terhadap dirinya kepada Kepolisian yang dilakukan oleh Joko Widodo pada 30 April 2025 lalu yang hingga kini belum juga tuntas, ujar Tifa Tyasumma yang mengaku telah nenerbitkan sebanyak tuju buah buku. Dua diantara karyanya ini — ke enam dan ke tujuh ini — dia terbitkan sekaligus nenandai menandai hari ulang tahun pada 24 Februari 1971, seperti kesaksian yang disampaikan Roy Suryo.

Buku ini pun menurut Roy Suryo menandai konsistensi enam orang pejuang yang telah ditinggalkan oleh dua orang lainnya yang telah menjadi tuyul.

Jadi mohon maaf kalau saya cuma menyebut yang konsisten berjuang bersama hanya enam orang saja. Sebab yang dua orang telah menjadi tuyul”, kata Roy Suryo dalam gayanya berkelakar yang khas itu.

Sedangkan Rismon Sianipar memberi kesaksian bahwa dari pengalamannya selama ini merasa memperoleh pembelajaran tentang neorosaen — ilmu tentang otak — yang mempunyai keterkaitan dengan masalah politik. Dan meyakinkan juga bahwa untuk menentukan ilmiah atau tidaknya suatu hasil penelitian, tidak bisa ditentukan oleh pihak Kepolisian dengan segala otoritas yang mereka miliki. Bahkan kata Rocky Gerung, semua dalil akademis hanya bisa dibantah secara akademis. “Jadi kesalahan Jokowi bukan karena menggunakan ijazah palsu, tetapi karena mengaku memiliki ijazah asli.

Dalam sessi lelang buku, Refli Harun mengklaim sudah mendapat pesanan sebanyak 182 buah buku di luar acara ini. 10 juta pertama dari Piter Gonta. 5 juta dari Sri Eko Sriyanto Galgendu, meski sempat diungguli oleh Rudy Kamri sebesar 5,5 juta. Menyusul kemudian Ibu Yulia sebesar Rp 3 juta, Soraya 2,5 juta, lalu Rizal Djalil Rp 5 juta.

Dalam kesempatan memberikan sandingan, Sri Eko Sriyanto Galgendu yang lebih dikenal sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara menandai apa yang termuat dalam buku “Samurai Pena Tifa : Membedah Otak Politik Jokowi” ini menandai otaknya Jokowi ada sepuluh, seperti sosoknya Doso Muko dalam mitologi Jawa yang berkepala — wajah 10 — karena itu minimal ada 10 pertanyaan yang bisa diajukan oleh publik tentang sosok Jokowi yang menjadi trading topik yang menghebohkan hampir sepanjang dua tahun terakhir ini.

Secara khusus Sofi menulis puisi tentang “Samurai Pena” serta membacakannya di penghujung acara cukup menarik perhatian publik, setidaknya seperti terliput oleh berbagai media utamanya yang berbasis internet di negeri ini.

Begitulah kesan “Samurai Pena” Dokter Tifauzia Tyassuma yang terkesan menebas perhatian publik di bulan ramadhan yang penuh berkah ini.

(Kontributor : Jacob Ereste)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *