JAKARTA, POROSNUSANTARA.COM – Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik terus dilakukan di lingkungan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Jakarta Selatan. Seiring perkembangan teknologi dan tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat serta transparan, berbagai pembaruan dilakukan dengan mengedepankan sistem digitalisasi, penguatan pengawasan internal, hingga pengetatan terhadap praktik percaloan yang kerap merugikan masyarakat.
Dirangkum dari berbagai sumber, Jum’at (8/5/2026). Langkah pembenahan tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan pelayanan administrasi kendaraan bermotor yang lebih profesional, akuntabel, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Sebagai lembaga pelayanan terpadu, SAMSAT merupakan sinergi tiga instansi utama, yakni Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) yang menangani pengelolaan pajak kendaraan bermotor, Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah yang bertanggung jawab terhadap registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor (Regident Ranmor), serta PT Jasa Raharja yang mengelola Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Dalam keterangannya kepada awak media di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), usai pelantikan sejumlah pejabat beberapa waktu lalu, AKP Selfi Meidiyanti menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda di tengah perkembangan era digital saat ini.
Menurutnya, masyarakat kini menuntut pelayanan yang lebih cepat, praktis, terbuka, dan memiliki kepastian prosedur. Karena itu, transformasi digital dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam menjawab tantangan pelayanan publik modern.
“Pelayanan publik harus berjalan sesuai standar operasional prosedur yang jelas, cepat, transparan, dan akuntabel. Di era digital saat ini, masyarakat membutuhkan kemudahan dan kepastian layanan,” ujar AKP Selfi.
Ia menjelaskan bahwa optimalisasi sistem digital tidak hanya bertujuan mempercepat proses administrasi, tetapi juga untuk meminimalisir potensi penyimpangan dalam pelayanan. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih efektif tanpa harus menghadapi proses birokrasi yang berbelit.
Selain fokus pada peningkatan teknologi pelayanan, SAMSAT Jakarta Selatan juga memperkuat pengawasan internal guna menekan praktik percaloan yang berpotensi menimbulkan pungutan liar (pungli). Praktik tersebut selama ini menjadi salah satu perhatian serius dalam pelayanan administrasi kendaraan bermotor di berbagai daerah.
AKP Selfi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap aktivitas di lingkungan pelayanan guna mempersempit ruang gerak oknum yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak sah dari masyarakat.
“Pengawasan akan terus diperketat agar praktik percaloan dapat ditekan seminimal mungkin,” tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan percaloan tidak hanya bergantung pada pengawasan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan jasa pihak ketiga yang tidak resmi dalam mengurus administrasi kendaraan.
Ia pun mengimbau masyarakat agar datang langsung dan mengurus sendiri seluruh kebutuhan administrasi kendaraan bermotor. Selain lebih aman dan transparan, langkah tersebut juga dapat menghindarkan masyarakat dari biaya tambahan yang tidak semestinya.
“Jika memungkinkan, sebaiknya datang dan mengurus sendiri. Selain menghindari biaya tambahan, masyarakat juga tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pesan penting bahwa pelayanan publik yang bersih membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik aparat penyelenggara layanan maupun masyarakat sebagai pengguna layanan.
Di sisi lain, penguatan pelayanan di SAMSAT Jakarta Selatan juga dinilai sebagai bagian dari upaya membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi pelayanan pemerintah. Transparansi prosedur, kepastian biaya, serta kecepatan pelayanan menjadi faktor utama yang kini semakin diperhatikan masyarakat.
Pengamat pelayanan publik menilai bahwa digitalisasi dan penguatan pengawasan merupakan langkah yang tepat dalam menciptakan sistem pelayanan yang modern dan bebas dari praktik penyimpangan. Namun demikian, implementasi di lapangan tetap harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan adanya pembaruan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pengalaman pelayanan yang lebih nyaman, efisien, dan profesional. Komitmen peningkatan kualitas layanan juga menjadi cerminan bahwa reformasi birokrasi di sektor pelayanan publik terus berjalan mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
AKP Selfi menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama seluruh jajaran SAMSAT Jakarta Selatan. Karena itu, setiap petugas diharapkan mampu menjaga integritas, profesionalisme, serta memberikan pelayanan prima secara humanis dan responsif.
“Pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh jajaran harus menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan masyarakat,” pungkasnya.
(Ayu Andriani)



















