banner 728x250

Stop Narasi dan Framing Negatif Terkait Pengadaan Simulator Berkuda Polri

JAKARTA|POROSNUSANTARA.COM Keberadaan alat simulator berkuda yang dimiliki Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) belakangan menjadi perbincangan publik. Sejumlah narasi negatif yang beredar di berbagai platform dinilai sebagai upaya framing yang menyesatkan dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Beredarnya narasi yang menyebutkan bahwa pengadaan simulator berkuda merupakan pemborosan anggaran dinilai tidak berdasar. Faktanya, alat tersebut merupakan sarana penting untuk mendukung proses pelatihan personel kepolisian yang bertugas di unit polisi berkuda.

Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam siaran pers di Jakarta menyampaikan bahwa pengadaan simulator berkuda merupakan kebutuhan penting bagi Polri guna meningkatkan kualitas pelatihan personel.
Pengadaan simulator berkuda ini merupakan kebutuhan utama bagi personel Polri. Tuduhan pemborosan anggaran merupakan narasi yang menyesatkan publik dan tidak berdasarkan fakta maupun data,” ujar Azmi.

Menurutnya, alat simulator berkuda sangat bermanfaat untuk melatih keseimbangan, ritme, serta teknik dasar berkuda bagi para personel sebelum mereka melakukan latihan langsung menggunakan kuda. Penggunaan simulator juga dinilai mampu meminimalkan risiko cedera yang dapat terjadi dalam proses latihan konvensional.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun, penggunaan unit polisi berkuda masih dipertahankan di berbagai negara maju, meskipun teknologi kendaraan patroli sudah berkembang pesat. Unit tersebut dikenal sebagai Mounted Police atau Kavaleri Kepolisian.

Beberapa negara yang masih mengoperasikan unit polisi berkuda antara lain Kanada melalui Royal Canadian Mounted Police (RCMP) yang dikenal sebagai Mounties dan menjadi simbol ikonik kepolisian Kanada. Di Australia, polisi berkuda digunakan untuk patroli dan pengendalian massa di kota-kota besar. Sementara di Britania Raya, Metropolitan Police Mounted Branch London telah beroperasi sejak tahun 1758 dan hingga kini aktif dalam pengamanan berbagai acara publik.
Di Amerika Serikat, sejumlah departemen kepolisian kota besar seperti New York Police Department (NYPD) juga masih menggunakan unit berkuda untuk patroli di taman kota serta pengendalian massa dalam berbagai kegiatan publik.

LAKSI menilai bahwa penggunaan simulator berkuda memiliki sejumlah manfaat penting, di antaranya meningkatkan faktor keamanan latihan, efektivitas pelatihan, serta efisiensi waktu karena tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Selain itu, penggunaan simulator juga dapat mengurangi biaya operasional yang berkaitan dengan perawatan serta pelatihan kuda secara langsung.
Dengan adanya teknologi ini, personel kepolisian dapat merasakan simulasi medan secara virtual sehingga mampu meningkatkan kesiapan mental dan fisik sebelum melakukan latihan dengan kuda asli di lapangan.
Sudah saatnya Polri memanfaatkan peralatan modern dan teknologi canggih sebagai bagian dari upaya modernisasi institusi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam menghadapi tantangan kejahatan konvensional yang semakin kompleks,” tambah Azmi.

Modernisasi tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem keamanan yang lebih responsif, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *