
BENGKULU TENGAH | POROSNUSANTARA.COM – Gabungan Ormas LSM Bengkulu Bersatu – GOLBE kembali menyoroti berapa kasus yang melibatkan Pemda dan DPRD Bengkulu Tengah.
GOLBE menilai kasus tersebut sejak dibahas terkait “evisensi” langsung menghilang tanpa kejelasan. Sementara itu Pemda sibuk pencitraan dan DPRD sibuk dengan perjalanan dinas – DL.
“Berapa kasus ini sampai sekarang kemana? Waktu dibahas soal evisensi, setelah itu diam seribu bahasa. Giliran pencitraan, giliran DL, semua kompak. Tapi giliran usut tuntas kasus rakyat, pada ngumpet semua,” sindir Koordinator GOLBE Hasnul Effendi.
sedangkan aktifis GOLBE lainnya Susanto faruq menyoroti tentang kinerja DPRD dan Pemda seperti “lupa” dengan persoalan yang menyangkut uang rakyat.
“18 tahun mekar, arah pembangunan tidak jelas. Sekarang ada kasus besar seperti perjalan dinas DPRD Bengkulu Tengah periode 2019-2024 yang di duga fiktif, bahkan dari berbagai sumber bahwa kasus perjalanan dinas fiktif itu sudah tangani pihak Kajari Bengkulu Tengah akan tetapi kasusnya masih juga digantung belum ada kejelasannya, Rakyat berhak tahu sejauh mana penanganannya,” tegas susanto faruq
GOLBE mendesak kepada aparat penegak hukum agar fokus tegakkan supremasi hukum sesuai hukum yang ada dan segera membuka kembali pembahasan kasus yang ada secara transparan agar diketahui khalayak secara terang benderang.
“Jangan rakyat hanya dikasih panggung pencitraan. Sementara kasus yang merugikan negara didiamkan. Jangan sampai kami nanti para aktivis yang turun ke jalan bongkar semua kasus yang ada ,” lanjut Hasnul.
GOLBE menegaskan akan terus mengawal kasus dl Jika tidak ada itikad baik, GOLBE sudah siap melakukan aksi dan membuat laporan khusus langsung ke KPK RI dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia
GOLBE kembali desak aparat penegak hukum agar segera bongkar kembali kasus yang sudah menguap! Sejak dibahas soal “evisensi” langsung semua kasus yang menghilang bak di telan bumi. sementara DPRD sibuk dengan agenda DL, Pemda sibuk dengan agenda pencitraannya.
“18 tahun mekar arah pembangunan BengkulunTengah tidak jelas, Rakyat Benteng berhak tahu! Tuntut transparansi atau kami turun ke jalan! – pungkas Hasnul Effendi, Koordinator GOLBE (Edy Fahrozan)







