KOTABEKASI|POROSNUSANTARA.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten/Kota Bekasi terus memperkuat kualitas sumber daya pekerja melalui Program Pelatihan Kaderisasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam membangun kader pekerja yang tangguh, berintegritas, serta memiliki kemampuan menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan secara profesional.
Pelatihan yang berlangsung pada Sabtu (31/05/2026) di Aula Sekretariat DPC SPSI Kabupaten/Kota Bekasi, Jalan Jenderal Ahmad Yani No.01, Komplek Pemerintah Kota Bekasi, Margajaya, Bekasi Selatan, diikuti oleh para perwakilan Pengurus Unit Kerja (PUK) dari berbagai perusahaan di wilayah Bekasi Raya.
Program ini merupakan agenda pendidikan rutin yang diselenggarakan empat kali dalam setahun sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mencetak kader-kader serikat pekerja yang cerdas, elegan, dan memiliki wawasan luas untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era yang semakin dinamis.
Dalam keterangannya, pihak penyelenggara menegaskan pentingnya konsistensi pelaksanaan pendidikan kaderisasi bagi seluruh anggota.
“Kami berharap pendidikan seperti ini terus berjalan setiap periode. Dalam satu tahun minimal dilaksanakan empat kali dan maksimal enam kali. Tujuannya untuk mencerdaskan teman-teman PUK di bawah agar mereka mampu menghadapi situasi yang saat ini semakin kompleks,” ungkap salah satu pengurus.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan DPC KSPSI Kota Bekasi Suleman, S.E., S.H., M.H. menjelaskan bahwa kegiatan kaderisasi kali ini diikuti oleh 30 peserta yang dibagi ke dalam dua sesi pelaksanaan.
“Untuk pendidikan dan pelatihan kaderisasi ini diikuti oleh 30 anggota. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama tanggal 23 Mei 2026 dan sesi kedua tanggal 30 Mei 2026 yang sekaligus menjadi penutupan agenda hari ini,” ujar suleman
Ia menjelaskan, materi yang diberikan disusun berdasarkan kebutuhan aktual di dunia ketenagakerjaan. Materi pertama membahas tentang Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dilanjutkan materi BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan langsung oleh narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan, kemudian materi mengenai pengupahan oleh Guntoro, dan ditutup dengan materi motivasi serta etos kerja yang disampaikan oleh Hadi.
Menurut Suleman, pendidikan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi untuk menciptakan kader-kader pekerja yang mampu menyelesaikan persoalan di tingkat perusahaan secara efektif dan bijaksana.
“Artinya bahwa ketika sudah bisa menyelesaikan di tingkat perusahaan, berarti harmonisasi hubungan industri tercapai” tegas suleman.
Melalui program kaderisasi berkelanjutan ini, KSPSI Bekasi Raya berharap mampu melahirkan generasi pemimpin buruh yang tidak hanya memiliki militansi tinggi, tetapi juga kecakapan dalam membangun hubungan industrial yang sehat, produktif, serta berorientasi pada solusi demi terciptanya iklim ketenagakerjaan yang harmonis di wilayah Bekasi Raya.







